- kabartujuh.com.com,Banda Aceh – Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) Aceh mendukung wacana pembagian Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2024 dengan komposisi 80:20.
- Komposisi 80:20, dimana 80 persen nya diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kota sementara 20 persennya di kelola oleh Provinsi.
- “Ujung tombak pembangunan adanya di Kabupaten Kota, bila kita ingin mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, merata, dan inklusif, maka komposisi 80:20 sudah tepat,” ujar Aktivis Lemkaspa Aceh, Sanusi Madli, Minggu (19/11/2023).
kabartujuh.com.com,Banda Aceh – Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa) Aceh mendukung wacana pembagian Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2024 dengan komposisi 80:20.
Komposisi 80:20, dimana 80 persen nya diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kota sementara 20 persennya di kelola oleh Provinsi.
“Ujung tombak pembangunan adanya di Kabupaten Kota, bila kita ingin mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, merata, dan inklusif, maka komposisi 80:20 sudah tepat,” ujar Aktivis Lemkaspa Aceh, Sanusi Madli, Minggu (19/11/2023).
Sanusi menambahkan, Pembangunan di Aceh masih belum memenuhi unsur keadilan, masih banyak ditemukan ketimpangan antar daerah dan ini akan berdampak pada upaya menciptakan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.
“Alokasi anggaran yang lebih besar kepada daerah akan berdampak pada pembangunan yang akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin merata, dan tentu akan bermuara pada kemakmuran masyarakat Aceh,” lanjut Sanusi
Pemerintah daerah lebih dekat akses nya dengan masyarakat, dan lebih banyak menangani kebutuhan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat daerah.
“Oleh karena itu, dalam upaya mewujudkan pembangunan daerah yang adil dan merata, maka dukungan anggaran yang mumpuni menjadi penting, apalagi anggaran DOKA sudah lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Sanusi
Sanusi berharap, polemik pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) 2024 harus segera diakhiri, karena konflik ini akan berdampak pada pembangunan Aceh kedepan.
“Kami berharap, para pihak yang sedang berseteru, agar segera mengakhiri perseteruannya itu, karena rakyat sudah lelah dengan konflik kepentingan yang terus dipertontonkan setiap tahunnya,” harap Sanusi.(THER)

