BIREUEN – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim (Umuslim) menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Jangka Masjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, pada Minggu (7/6/2026).

Mengusung tema “Bersama Kita Jaga Pantai, Lestarikan Alam untuk Generasi Mendatang”, kegiatan tersebut melibatkan seluruh keluarga besar Program Studi Kehutanan Umuslim sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai.
Berdasarkan keterangan peserta kegiatan, di lokasi ditemukan berbagai jenis sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai. Sampah yang dilaporkan paling banyak ada berupa kantong plastik, botol minuman, gelas plastik sekali pakai, sedotan, popok bayi, botol kaca, hingga sejumlah limbah medis. Menurut keterangan mereka, keberadaan sampah jenis ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serta mencemari lingkungan apabila tidak ditangani secara tepat.
Ketua Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim, Nuraida, S.P., M.Si., mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Pantai merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Upaya kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, Dr. Elfiana, S.P., M.Si., mengapresiasi inisiatif Program Studi Kehutanan yang memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Saya berharap semangat peduli lingkungan terus tumbuh dan menjadi budaya di kalangan mahasiswa maupun masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Zikri Fahri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, aksi bersih pantai merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dari ancaman pencemaran.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi dapat menjadi kebiasaan dan budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Temuan sampah plastik dan limbah medis yang dilaporkan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencemaran lingkungan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Dominasi sampah plastik menjadi indikasi tingginya penggunaan produk sekali pakai yang berpotensi mencemari laut, mengancam biota pesisir, serta berdampak terhadap kesehatan manusia.
Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, aksi bersih Pantai Jangka menjadi bukti bahwa langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian alam.
Program Studi Kehutanan Universitas Almuslim berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta berperan aktif dalam melestarikan kawasan pesisir demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Mega)

