- BIREUEN – Kabar gembira datang bagi ribuan petani di Kabupaten Bireuen.
- Bendung yang diproyeksikan mampu mengairi sekitar 6.562 hektare lahan persawahan ini diresmikan pengalirannya dalam kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Ir.
- Menteri PU Doddy Hanggodo menyampaikan bahwa pemulihan irigasi merupakan prioritas utama agar petani dapat segera kembali berproduksi.
Kabar Tujuh | Mega.
BIREUEN – Kabar gembira datang bagi ribuan petani di Kabupaten Bireuen. Air irigasi dari Bendung Pantee Lhoong kini kembali mengalir membasahi lahan persawahan yang sempat kering dan terlantar pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025. Pengaliran perdana yang berlangsung Rabu (29/7/2026) ini menjadi penanda dimulainya pemulihan sektor pertanian yang sempat terhenti berbulan-bulan lamanya.
Bendung yang diproyeksikan mampu mengairi sekitar 6.562 hektare lahan persawahan ini diresmikan pengalirannya dalam kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Ir. Doddy Hanggodo yang didampingi langsung oleh Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis. Kehadiran kedua pejabat ini menjadi bukti perhatian serius pemerintah pusat dan daerah terhadap pemulihan infrastruktur pertanian yang rusak akibat bencana.
Menteri PU Doddy Hanggodo menyampaikan bahwa pemulihan irigasi merupakan prioritas utama agar petani dapat segera kembali berproduksi. “Alhamdulillah perbaikan berjalan sesuai target, dan kini masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya,” ujarnya. Ia juga memuji sinergi yang terjalin baik antara pemerintah pusat dan Pemkab Bireuen dalam mempercepat penanganan kerusakan irigasi.
Sementara itu, Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa dari sekitar 15.000 hektare lahan sawah di Bireuen, lebih dari 2.000 hektare sempat terdampak rusaknya saluran irigasi. Kini dengan mengalirnya kembali air, sebagian petani sudah mulai memasuki musim tanam. Air yang mengalir bukan sekadar memulihkan saluran air, melainkan memulihkan harapan dan mata pencaharian masyarakat.
Dengan berfungsinya kembali Bendung Pantee Lhoong, diharapkan produktivitas pertanian Bireuen perlahan pulih kembali. Bagi petani, aliran air ini adalah awal yang baru — tanda bahwa kehidupan terus berjalan, dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan semakin menguat.


