- BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil secara resmi mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi data terkait pengusulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) periode 2026-2027.
- Mewakili Bupati Aceh Singkil, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh Singkil Syam'un Nasution hadir langsung untuk mengawal usulan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayahnya.
- Syam'un menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Singkil telah menyerahkan sejumlah usulan strategis untuk direalisasikan pada periode program 2026 hingga 2027.
BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil secara resmi mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi data terkait pengusulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) periode 2026-2027. Agenda strategis ini diselenggarakan di kantor PLN Aceh,Banda Aceh pada 8-9 Oktober 2026,guna mempercepat pemerataan akses energi, khususnya bagi wilayah terisolir dan kawasan Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
Mewakili Bupati Aceh Singkil, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh Singkil Syam’un Nasution hadir langsung untuk mengawal usulan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayahnya.
Syam’un menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Singkil telah menyerahkan sejumlah usulan strategis untuk direalisasikan pada periode program 2026 hingga 2027.
”Alhamdulillah, usulan dari Pemkab Aceh Singkil sudah kita sampaikan secara resmi dalam forum ini. Dinas Perhubungan akan terus mengawal dan mendukung penuh keberlanjutan program baik ini,” ujar Syam’un.
Beberapa program strategis yang diusulkan meliputi perluasan jaringan listrik, pembangunan *mini grid*, penyediaan PLTS individu beserta baterai, hingga Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat kurang mampu.
Syam’un menegaskan, fokus utama usulan Aceh Singkil tidak hanya menyasar pemukiman warga, tetapi juga fasilitas pendidikan di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
”Program ini difokuskan untuk menyasar sekolah-sekolah di wilayah 3T yang selama ini belum teraliri listrik atau belum memiliki meteran sendiri. Ini penting untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bupati Aceh Singkil berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian ESDM, dan PLN ini dapat membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
”Harapan Bapak Bupati, makin banyak masyarakat di pelosok Aceh Singkil yang merasakan manfaat dari program listrik desa ini,” pungkas Syam’un.
Forum sinkronisasi tersebut diikuti perwakilan 23 kabupaten/kota se-Aceh. Hadir pula Direktur Kementerian ESDM beserta jajaran, pimpinan PLN Aceh, Pimpinan UP3 PLN Subulussalam, serta para manajer unit PLN Aceh Singkil.(Joni)

