- BIREUEN — Puluhan siswa SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireuen, menyampaikan aspirasi terkait kebijakan kegiatan sekolah dalam sebuah orasi yang berlangsung di halaman musala sekolah, Jumat (21/8/2026).
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Para siswa menyampaikan sejumlah keberatan di hadapan guru, terutama terkait kegiatan ekstrakurikuler yang menurut mereka tidak lagi berjalan setelah adanya pergantian kepala sekolah.
Para siswa menilai kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dalam pengembangan minat dan bakat. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat kembali diberikan ruang sehingga siswa memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan akademik.
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Peudada dalam orasinya menyampaikan bahwa aspirasi tersebut disampaikan karena siswa merasa perlu mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan yang berkaitan langsung dengan kegiatan mereka di sekolah.
Daerah Baca juga: Polres Bireuen Bersama TNI dan Instansi Terkait Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam Banjir“Selama kepala sekolah baru, kegiatan ekstrakurikuler dihapus. Maka dari itu, kami seluruh siswa menyampaikan orasi di hadapan guru-guru agar suara kami didengar,” ujar Ketua OSIS dalam orasinya.
Selain persoalan ekstrakurikuler, sejumlah siswa juga menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Dalam orasi tersebut, mereka bahkan meminta adanya pergantian kepala sekolah karena merasa perhatian terhadap siswa belum sesuai dengan harapan mereka.
“Kami merasa keberatan jika kepala sekolah ini tetap memimpin. Kami ingin kepala sekolah kami diganti karena kami merasa tidak mendapatkan perhatian,” ujar para siswa dalam orasi mereka.
Salah seorang guru di sekolah tersebut juga membenarkan adanya penyampaian orasi oleh para siswa. Guru tersebut mengakui bahwa selama ini Kepala Sekolah masih dinilai kurang terbuka, baik terhadap peserta didik maupun terhadap para guru di lingkungan sekolah.
Setelah selesai menyampaikan orasi, sebagian besar siswa memilih pulang ke rumah. Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah pada hari itu tidak berlangsung. Para siswa juga menyampaikan pernyataan tegas: “Jika kepala sekolah tidak diganti, kami akan mogok sekolah.”
Penyampaian aspirasi dilakukan secara terbuka di lingkungan sekolah dan disaksikan para guru. Para siswa menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat untuk meminta kejelasan atas kebijakan yang mereka rasakan berdampak terhadap aktivitas dan ruang pengembangan siswa, sekaligus peringatan nyata bahwa ketidakpuasan terus meningkat.
Di sisi lain, alasan resmi mengenai peniadaan kegiatan ekstrakurikuler serta tanggapan pihak sekolah terhadap tuntutan siswa belum diperoleh. Karena itu, alasan dan latar belakang kebijakan tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak sekolah maupun instansi pendidikan yang berwenang.
Kabar Tujuh berada langsung di lokasi untuk memantau jalannya penyampaian aspirasi dan mendengarkan pernyataan para siswa serta keterangan dari guru yang hadir. Pemberitaan ini disusun berdasarkan fakta yang terlihat di lapangan serta keterangan yang disampaikan saat kegiatan berlangsung.
Kabar Tujuh juga membuka ruang bagi pihak SMA Negeri 1 Peudada dan Cabang Dinas Pendidikan untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan mengenai kebijakan kegiatan ekstrakurikuler serta aspirasi yang disampaikan siswa.
INTI BERITA

