- YOGYAKARTA – Sebanyak lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) resmi diberangkatkan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat melalui Program Taruna Bhakti 2026.
- Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat.
- Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau simulasi pendampingan yang diperagakan para taruna kepada siswa SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang.
YOGYAKARTA – Sebanyak lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) resmi diberangkatkan untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat melalui Program Taruna Bhakti 2026. Pemberangkatan dilakukan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat. Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap lokasi Sekolah Rakyat untuk memberikan pendampingan selama lima hari.
Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau simulasi pendampingan yang diperagakan para taruna kepada siswa SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang. Materi yang diberikan meliputi pembiasaan hidup disiplin di asrama, penataan tempat tidur dan lemari, psikologi lapangan, hingga latihan dasar baris-berbaris.
Gus Ipul mengatakan, kehadiran para taruna bertujuan membangun karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa sejak awal memasuki lingkungan Sekolah Rakyat.
“Para taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di kamar sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua. Pengalaman itu yang harus ditularkan kepada siswa Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, terdapat tujuh aspek utama yang menjadi fokus pembinaan selama pendampingan, yakni kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan kebangsaan, kegiatan ekstrakurikuler, kebersihan diri dan lingkungan, bela negara, serta pembinaan keagamaan.
Ia menegaskan, ketujuh aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Selain memberikan pembinaan karakter, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh taruna agar mengedepankan pendekatan yang humanis selama menjalankan tugas.
“Dampingi siswa-siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati. Jadilah kakak yang menjadi teladan bagi mereka,” pesannya.
Menteri Sosial turut menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak mentoleransi praktik perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta tindakan intoleransi.
“Tiga hal ini merupakan garis merah yang tidak bisa ditawar. Jika melihat hal tersebut terjadi, kita wajib menghentikan, membimbing, dan mengarahkannya kepada hal-hal yang lebih positif,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha meminta para taruna menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.
“Kamu harus tangguh menghadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Kalau tidak tangguh, kamu bukan pejuang,” ujar Wisnu.
Program Taruna Bhakti 2026 diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Akademi TNI, dan Akademi Kepolisian.
Apel pemberangkatan turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Wakil Komandan Jenderal Akademi TNI Marsekal Muda TNI Wayan Superman, serta perwakilan Asisten Utama Operasi Polri Irjen Pol. Laksana.


