- ACEH TAMIANG — Aktivitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang mulai bangkit pascabanjir yang sempat melumpuhkan ratusan satuan pendidikan.
- Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang mencatat, sebanyak 297 dari 392 sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP telah kembali aktif melaksanakan pembelajaran sejak tanggal 5 Januari 2026.
- “Laporan memang agak lambat masuk karena kendala sinyal di beberapa kecamatan pascabanjir.
ACEH TAMIANG — Aktivitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang mulai bangkit pascabanjir yang sempat melumpuhkan ratusan satuan pendidikan. Meski sebagian sekolah masih menjalankan proses belajar mengajar di tenda darurat dan fasilitas sementara, semangat anak-anak untuk kembali ke ruang belajar menunjukkan daya juang yang kuat setelah bencana melanda.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang mencatat, sebanyak 297 dari 392 sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP telah kembali aktif melaksanakan pembelajaran sejak tanggal 5 Januari 2026. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah dan mendekati 90 persen dari total sekolah, seiring masuknya laporan lanjutan dari wilayah terdampak.

“Laporan memang agak lambat masuk karena kendala sinyal di beberapa kecamatan pascabanjir. Namun secara faktual, aktivitas belajar sudah mulai berjalan di hampir seluruh sekolah,” kata sepriyanto kadis pendidikan Aceh Tamiang.
Banjir yang merendam wilayah ini tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi peserta didik. Sejumlah siswa kehilangan buku, seragam sekolah, bahkan tidak sedikit yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Namun kondisi tersebut tidak memadamkan tekad anak-anak untuk kembali belajar.
Di beberapa titik, proses pembelajaran masih berlangsung di tenda darurat dengan sarana terbatas. Guru dan siswa beradaptasi dengan kondisi seadanya, menjadikan ruang sementara sebagai tempat menumbuhkan kembali harapan dan masa depan. Senyum dan antusiasme anak-anak saat mengikuti pelajaran menjadi simbol kebangkitan pendidikan Aceh Tamiang setelah bencana.
Pemerintah daerah bersama para pendidik terus berupaya mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi. Kebangkitan sekolah-sekolah ini menjadi penanda bahwa Aceh Tamiang tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga bangkit secara mental dan sosial melalui pendidikan.

