- Sayuti Abubakar, SH, MH, mencetuskan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah sebagai bentuk penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
- Walikota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak memiliki dampak besar terhadap perkembangan psikologis, karakter, dan prestasi belajar anak.
- “Melalui gerakan ini, kita ingin mendorong para ayah untuk hadir langsung ke sekolah, berdialog dengan guru, serta memahami perkembangan akademik dan perilaku anaknya,” ujar Walikota.
Lhokseumawe – Walikota Lhokseumawe, DR. Sayuti Abubakar, SH, MH, mencetuskan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah sebagai bentuk penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Gerakan ini resmi dicanangkan melalui Surat Edaran Walikota Lhokseumawe Nomor 100.343/2566/2025.
Walikota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak memiliki dampak besar terhadap perkembangan psikologis, karakter, dan prestasi belajar anak. Selama ini, pengambilan rapor cenderung didominasi oleh ibu, sehingga peran ayah perlu diperkuat agar pengasuhan berjalan lebih seimbang.
“Melalui gerakan ini, kita ingin mendorong para ayah untuk hadir langsung ke sekolah, berdialog dengan guru, serta memahami perkembangan akademik dan perilaku anaknya,” ujar Walikota.
Ia menambahkan, gerakan ini juga sejalan dengan upaya pencegahan berbagai persoalan sosial anak, termasuk kekerasan, kenakalan remaja, serta mendukung terwujudnya Kota Lhokseumawe sebagai Kota Layak Anak.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan di Kota Lhokseumawe agar mendukung dan memfasilitasi kehadiran ayah atau wali laki-laki saat pengambilan rapor peserta didik.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap gerakan ini dapat menjadi budaya baru dalam keluarga, memperkuat ikatan yg emosional antara ayah dan anak, serta menciptakan generasi yang lebih berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

