- Aceh Tamiang – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memajukan sektor pariwisata yang berkelanjutan, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Tamiang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemberdayaan dan Pengembangan Kewirausahaan bagi pelaku usaha muda ,kegiatan tersebut di gelar di WD kopi , Kamis (19/6).
- Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM, pemuda kreatif, dan calon wirausahawan baru.
- Stp.MAP dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan potensi wisata daerah yang terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif.
Aceh Tamiang – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memajukan sektor pariwisata yang berkelanjutan, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Tamiang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemberdayaan dan Pengembangan Kewirausahaan bagi pelaku usaha muda ,kegiatan tersebut di gelar di WD kopi , Kamis (19/6).

Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM, pemuda kreatif, dan calon wirausahawan baru. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang inovatif serta relevan dengan perkembangan sektor pariwisata lokal.
Kepala Dinas Disparpora Aceh Tamiang, Muhammad Dari,S. Stp.MAP dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan potensi wisata daerah yang terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif.
“Pariwisata tidak bisa tumbuh sendiri. Ia perlu ditopang oleh pelaku usaha yang mampu menyediakan produk dan layanan bernilai tambah, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, jasa pemandu wisata, serta homestay yang ramah wisatawan. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan wirausaha yang responsif terhadap kebutuhan sektor pariwisata di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Materi pelatihan mencakup dasar-dasar kewirausahaan, strategi pemasaran digital, manajemen usaha kecil, serta pengembangan produk wisata berbasis lokalitas. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengeksplorasi potensi desa wisata, pengelolaan event budaya, hingga pengemasan produk UMKM agar lebih menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah satu peserta pelatihan, Rina (28), warga Kecamatan Karang Baru, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti pelatihan tersebut. Ia berencana mengembangkan usaha kuliner tradisional dengan konsep oleh-oleh khas Aceh Tamiang yang dapat dijual di area destinasi wisata.
“Pelatihan ini membuka wawasan saya bahwa potensi lokal bisa menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan benar. Saya ingin produk saya bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dikenang oleh para pengunjung,” ujar Rina.
Melalui pelatihan ini, Disparpora berharap akan lahir lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkaya pengalaman wisata di Aceh Tamiang.
Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pendampingan lanjutan, program inkubasi usaha, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong terbentuknya ekosistem wirausaha pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

