Aceh — Di tengah kondisi darurat pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia atau lebih di kenal RS PTP Kota langsa menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Rumah sakit ini terus menerima pasien tanpa penolakan, termasuk pasien yang sebelumnya dirujuk ke rumah sakit lain namun tidak dapat dilayani karena keterbatasan fasilitas.

Dalam beberapa hari terakhir, RSU Cut Meutia mengalami peningkatan jumlah pasien yang sangat signifikan. Situasi ini dipicu oleh belum beroperasinya layanan RSU Langsa secara normal meski bencana telah berlalu . Akibatnya, arus pasien dari berbagai daerah beralih ke RSU Cut Meutia yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, keterbatasan ruang perawatan membuat sebagian pasien harus dirawat di area laut UGD dan Tenda Darurat Yang di sediakan. Sejumlah pasien tampak terpaksa beristirahat di kursi tamu, sementara lainnya bahkan harus berbaring di luar gedung rumah sakit. Kendati demikian, tenaga kesehatan dan manajemen RSU Cut Meutia tetap berupaya memberikan penanganan terbaik bagi seluruh pasien yang datang.
Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan adalah dialihkannya seorang pasien dari RSU Langsa ke RSU Cut Meutia. Keluarga pasien mengaku sempat membawa kembali anggota keluarganya karena melihat tidak tersedianya ruang perawatan dan kondisi area yang belum layak untuk layanan medis. Situasi ini menambah daftar keluhan masyarakat terhadap lambatnya pemulihan layanan di RSU Langsa.
Seorang warga yang turut menjadi pasien menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
“Seharusnya dalam situasi bencana seperti ini, rumah sakit harus menjadi prioritas untuk segera kembali beroperasi. Jangan diperlama. Ini sangat penting bagi kami masyarakat. Sekarang bahkan ada pasien yang justru dialihkan ke RS PTP, seakan-akan ingin lepas tanggung jawab dengan alasan layanan belum normal,” ungkapnya.
Seorang Pasien mengungkapkan betapa hebat nya tenaga medis yang bekerja dengan profesional dan tetap ramah di tengah deru masuk nya pasien yang silih berganti dari berbagai ambulance yang mengantarkan pasien, “Memang hebat walau begitu banyak nya pasien nya yang masuk para tenaga medis tetap tenang dan menjalan kan tugas nya dengan profesional tanpa ada ungkapan lelah dan letih, bahkan masih bisa ramah dan tersenyum dengan wajah lelah nya ” Ungkap seorang pasien yang baru masuk malam hari.
Di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan keberadaan relawan kesehatan di RSU Langsa yang dinilai belum berdampak signifikan terhadap percepatan pemulihan layanan. Meski relawan hadir, namun rujukan pasien tetap banyak dialihkan ke RSU Cut Meutia, menambah beban kerja rumah sakit tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Walikota Langsa, Jeffry Sentana, belum memberikan konfirmasi terkait pertanyaan awak media terkait normalisasi layanan kesehatan di RSU Langsa. Melihat tingginya kebutuhan masyarakat, publik mendesak pemerintah kota untuk segera mengambil langkah tegas dalam mempercepat pemulihan operasional rumah sakit tersebut, agar pasien tidak terus menjadi “bola lempar” dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya.

