Aceh Tamiang – Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis para penyintas, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak.





Kelompok 8 KKN Kemanusiaan Kolaborasi Universitas Samudra, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama anak-anak Desa Seunebok Pidie, Kec. Manyak Payed, Kab. Aceh Tamiang sebagai bentuk upaya trauma healing pascabencana Aceh.
Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 10 Januari hingga 1 Februari 2026 , dirancang dengan pendekatan belajar sambil bermain, membaca, menggambar, bernyanyi, serta berbagai permainan edukatif lainnya. Suasana kegiatan dibuat hangat dan menyenangkan agar anak-anak merasa aman dan nyaman untuk kembali tersenyum, berinteraksi, dan mengekspresikan perasaan mereka.
Antusiasme terlihat jelas dari wajah anak-anak yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Tawa dan keceriaan yang tercipta menjadi tanda bahwa ruang aman mulai tumbuh kembali di tengah trauma yang sempat mereka alami. Melalui interaksi sederhana dan penuh empati, mahasiswa berupaya mendampingi anak-anak dalam proses pemulihan psikologis secara perlahan.
Selain membantu mengurangi dampak trauma, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kembali semangat belajar, rasa percaya diri, serta harapan baru bagi anak-anak Desa Seunebok. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pendamping belajar, tetapi juga sebagai teman yang mendengarkan dan memberikan dukungan emosional.
Melalui kegiatan pembelajaran dan trauma healing ini, Kelompok 8 KKN Kemanusiaan kolaborasi berharap dapat menjadi bagian kecil dari proses besar pemulihan pascabencana. Karena bagi anak-anak, perhatian, kebersamaan, dan senyum yang kembali hadir adalah awal dari pulihnya luka, serta langkah pertama untuk menatap masa depan dengan lebih berani.

