- BIREUEN — Peran ulama dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam membimbing generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial.
- Pelantikan kepengurusan baru HUDA tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ulama, pemerintah dan unsur keamanan dalam menjawab persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
- Kapolres Bireuen menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan tersebut.
KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Peran ulama dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam membimbing generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial. Pesan tersebut mengemuka saat Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 di Aula Universitas Islam Aceh (UIA), Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Rabu (9/9/2026).

Pelantikan kepengurusan baru HUDA tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ulama, pemerintah dan unsur keamanan dalam menjawab persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kapolres Bireuen menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan tersebut. Menurutnya, sinergi dengan para ulama penting untuk membangun suasana masyarakat yang aman, damai dan kondusif.
“Ulama memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap sinergi antara ulama dan Kepolisian terus terjalin dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat,” ujar Yulhendri.
Ia juga mendorong pengurus HUDA untuk ikut menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Edukasi mengenai bahaya narkoba, kenakalan remaja serta pentingnya menjaga keamanan lingkungan dinilai menjadi bagian penting yang dapat diperkuat melalui peran ulama.
Bagi Kepolisian, keterlibatan ulama bukan sekadar pelengkap dalam menjaga kamtibmas. Nasihat, pendidikan keagamaan dan keteladanan yang tumbuh dari lingkungan dayah dinilai dapat menjadi kekuatan sosial dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Dengan dilantiknya Pengurus Wilayah HUDA Kabupaten Bireuen periode 2026–2031, kepengurusan baru diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi kehidupan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Bireuen.
Pelantikan berlangsung tertib dan aman. Sejumlah unsur Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, pengurus HUDA serta tamu undangan turut menghadiri kegiatan tersebut.

