- BANDA ACEH – Fakultas Teknik Universitas Abulyatama menggelar World Forum on Engineering, Innovation and Sustainable Future 2026, Kamis (13/8/2026).
- Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Abulyatama Ir.
- Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Abulyatama, serta penampilan Rapai Geleng.
BANDA ACEH – Fakultas Teknik Universitas Abulyatama menggelar World Forum on Engineering, Innovation and Sustainable Future 2026, Kamis (13/8/2026). Forum internasional ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus ajang menampilkan berbagai inovasi dan prototipe teknologi hasil karya mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Wakil Rektor I Dr. Tuti Marjan Fuadi, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Ferlya Elyza, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Cut Rahmawati, M.T., IPM., ASEAN Eng., jajaran pimpinan universitas, ketua program studi, dosen, mahasiswa, akademisi serta pemateri dari dalam dan luar negeri
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Abulyatama, serta penampilan Rapai Geleng. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Universitas Malaysia Pahang dan Universitas Abulyatama sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik.
Forum menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Prof. Dr. Rizalman Mamat, Dr. Ahmad Fitri bin Yusop, Dr. Amir Aziz, Dr. Muhammad Syahir Amzar bin Zulkifli, Dr. Yusrizal, S.T., M.T., dan Teuku Rizky Noviandy, S.Kom., M.Kom.
Selain sesi akademik, perhatian juga tertuju pada pameran inovasi mahasiswa. Berbagai prototipe menggabungkan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, sensor, mikrokontroler, robotika dan teknologi ramah lingkungan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pengembangan prototipe tersebut dilakukan mahasiswa dengan pendampingan dosen dan mentor IoT, mulai dari perancangan, pemrograman, integrasi perangkat keras dan perangkat lunak hingga pengujian sistem.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah drone untuk pemetaan dan pendeteksian korban bencana dari udara. Teknologi tersebut dirancang menghasilkan peta orthomosaic beresolusi tinggi, pemetaan tiga dimensi, serta data elevasi dan kontur wilayah terdampak.
Sistem drone juga mengembangkan AI Detection untuk membantu mendeteksi korban, heat signature untuk mengenali keberadaan korban berdasarkan suhu tubuh, serta penandaan lokasi korban melalui koordinat secara real-time. Teknologi ini ditujukan untuk mempercepat pencarian korban sekaligus mengurangi risiko bagi tim penyelamat.
Inovasi lainnya, Skyward from Scrap, menghadirkan prototipe drone yang memanfaatkan komponen dari limbah elektronik. Board receiver, baterai lithium-ion dan motor diperoleh dari perangkat elektronik atau mainan yang sudah tidak digunakan.
Pemanfaatan komponen bekas tersebut menjadi bagian dari konsep keberlanjutan. Selain mengurangi limbah elektronik, inovasi ini juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dan pembelajaran mekatronika dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
SIPASI, Robot Pembersih dan Deteksi Sampah Berbasis IoT
Dari Program Studi Sistem Informasi, mahasiswa memperkenalkan SIPASI (Sistem Pembersih dan Monitoring Kualitas Air Sungai Berbasis IoT).
SIPASI merupakan prototipe robot yang dirancang untuk membersihkan sampah sungai, mendeteksi keberadaan sampah secara real-time dan memantau kualitas air.
Robot menggunakan ESP32 sebagai pusat kendali dan dilengkapi sensor pH, TDS, turbidity atau kekeruhan, zat besi serta sensor proximity ultrasonik. Data sensor dikirim melalui WiFi ke platform Blynk sehingga kondisi kualitas air dan status robot dapat dipantau melalui smartphone secara real-time.
Selain monitoring, SIPASI memiliki sistem deteksi sampah secara real-time. Keberadaan sampah yang terpantau dapat membantu pengguna menentukan area yang perlu dibersihkan dan mengarahkan robot menuju lokasi tersebut.
Untuk mengangkat sampah dari permukaan air, robot menggunakan sistem conveyor atau jaring pengangkat. Pergerakan robot didukung dua motor DC thruster, sedangkan pengendaliannya dapat dilakukan menggunakan stik PS3 melalui koneksi WiFi.
Prototipe SIPASI juga memanfaatkan bahan bekas berupa pipa PVC dan botol plastik sebagai bagian dari rangka dan pelampung. Pengembangannya dilakukan oleh Muhammad Alfaris, Kurniawan Syahputra, Umul Aiman dan Vitama Sari dengan pendampingan dosen serta mentor IoT.
Smart Mirror hingga Smart Door Lock
Inovasi lainnya adalah Smart Mirror Interaktif Berbasis Computer Vision dan High-Contrast UI untuk Smart Home.
Cermin pintar tersebut mengintegrasikan AI Vision, sensor gerakan dan teknologi smart home. Sistem dapat menampilkan waktu, kalender, informasi cuaca Banda Aceh serta memungkinkan pengguna berinteraksi menggunakan gestur tangan tanpa menyentuh perangkat.
Teknologi tersebut bekerja dengan mendeteksi gerakan pengguna melalui sensor dan modul AI Vision, kemudian memproses data untuk menampilkan informasi pada layar dengan tampilan kontras tinggi.
Mahasiswa juga menghadirkan Smart Door Lock berbasis IoT. Prototipe ini menggunakan Arduino UNO, keypad 4×4, LCD, relay, ESP8266, solenoid door lock dan buzzer.
Sistem dirancang untuk memberikan keamanan dan kemudahan dalam mengakses pintu melalui sistem penguncian elektronik.
Selain itu, terdapat tongkat pintar untuk tunanetra yang menggunakan Arduino UNO dan sensor ultrasonik HC-SR04. Sensor mendeteksi rintangan di sekitar pengguna dan memberikan peringatan melalui buzzer serta earphone.
Inovasi Teknik Sipil Manfaatkan Limbah Kaca
Pada bidang konstruksi, mahasiswa Teknik Sipil menampilkan tegel ramah lingkungan berbahan limbah kaca.
Limbah kaca dihancurkan dan diolah menjadi pasir buatan yang kemudian digunakan dalam pembuatan tegel, roster dan beton bertulang kaca.
Tegel tersebut berukuran 20 x 20 cm dengan ketebalan 2,5 sentimeter dan kuat tekan 18 MPa. Inovasi ini dikembangkan tim Program Studi Teknik Sipil yang terdiri dari Mu’ammar Nabhan, Riandi, Nurhidayat dan M. Adam Al-Sufi.
Pemanfaatan limbah kaca tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi limbah sekaligus mencari alternatif material yang dapat digunakan dalam bidang konstruksi.
Mesin Dekortikator dan IoT Pertanian
Inovasi lain yang ditampilkan adalah mesin dekortikator serat nanas dan pisang. Mesin tersebut dirancang untuk membantu proses ekstraksi serat dengan menggunakan motor listrik sebagai penggerak serta rangka besi yang kokoh.
Mesin juga dilengkapi fitur keamanan untuk melindungi operator selama proses penggunaan.
Sementara di sektor pertanian, mahasiswa menampilkan sistem IoT untuk monitoring pertanian. Sistem ini menggunakan sensor suhu, kelembapan, pH dan ketinggian air yang terhubung dengan ESP8266.
Data sensor dikirim melalui WiFi ke platform Blynk dan dapat dipantau melalui aplikasi secara real-time. Sistem juga memungkinkan pengguna mengendalikan pompa melalui aplikasi.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya Fakultas Teknik Universitas Abulyatama dalam mendorong mahasiswa mengembangkan teknologi yang tidak berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan dalam bentuk prototipe yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut.
Pendampingan dosen dan mentor IoT menjadi bagian penting dalam proses pengembangan tersebut. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengintegrasikan sensor, mikrokontroler, jaringan internet, aplikasi dan sistem mekanik menjadi satu kesatuan teknologi.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Abulyatama, Dr. Ir. Cut Rahmawati, M.T., IPM., ASEAN Eng., membuka forum internasional tersebut sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat budaya inovasi, kolaborasi dan pengembangan teknologi berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pemateri dan moderator serta pengumuman inovasi mahasiswa terbaik yang disampaikan Prof. Rizalman Mamat. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama.
Melalui World Forum on Engineering, Innovation and Sustainable Future 2026, Universitas Abulyatama menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya inovasi teknologi yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Berbagai karya tersebut memperlihatkan bahwa teknologi IoT, AI, robotika, computer vision dan teknologi ramah lingkungan dapat dikembangkan mahasiswa menjadi prototipe untuk menjawab persoalan nyata, mulai dari kebencanaan, pengelolaan sampah dan kualitas air, keamanan, pertanian hingga kebutuhan masyarakat.


