- BIREUEN — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H.
- Pesan tersebut disampaikan HRD saat memimpin Rapat Konsolidasi DPC PKB Bireuen di Kompleks Meuligoe Residence, Minggu (18/10/2026) malam.
- HRD menekankan agar seluruh kader memperkuat soliditas organisasi, aktif menyerap aspirasi masyarakat, serta responsif terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk penanganan bencana banjir dan masalah lainnya.
KABAR TUJUH | MEGA
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P., atau yang akrab disapa HRD, meminta kepada seluruh pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRt) serta seluruh kader PKB untuk menjadi corong bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan HRD saat memimpin Rapat Konsolidasi DPC PKB Bireuen di Kompleks Meuligoe Residence, Minggu (18/10/2026) malam.
HRD menekankan agar seluruh kader memperkuat soliditas organisasi, aktif menyerap aspirasi masyarakat, serta responsif terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk penanganan bencana banjir dan masalah lainnya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat kecamatan dan desa, serta optimalisasi pemanfaatan media digital dalam aktivitas politik. Media digital dinilai penting sebagai sarana publikasi kegiatan partai, penyampaian aspirasi masyarakat, serta penyebarluasan kinerja anggota legislatif Fraksi PKB.
HRD menambahkan bahwa kegiatan konsolidasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Pengukuhan pengurus DPC dan pelantikan DPAC PKB se-Kabupaten Bireuen dijadwalkan berlangsung pada November 2026, dengan diperkirakan dihadiri sekitar 4.000 peserta yang mewakili 609 desa di 17 kecamatan se-Kabupaten Bireuen.
Pelantikan tersebut direncanakan menjadi yang pertama sekaligus menjadi percontohan bagi pelantikan DPAC PKB di kabupaten/kota lainnya di Aceh. Kegiatan ini juga direncanakan akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, tokoh perempuan, hingga para ulama.

