- JAKARTA – Pemanfaatan bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Jakarta terus didorong menjadi ruang publik yang lebih produktif dan edukatif.
- Gagasan ini muncul dalam kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ke salah satu gedung milik PT Jasa Raharja di kawasan Kali Besar, Jakarta, beberapa waktu lalu.
- Dalam peninjauan tersebut, bangunan yang memiliki nilai historis tinggi dinilai memiliki potensi untuk dihidupkan kembali sebagai pusat edukasi budaya yang terbuka bagi masyarakat.
Gedung Bersejarah di Kota Tua Berpotensi Disulap Jadi Museum Film dan Fotografi
JAKARTA – Pemanfaatan bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Jakarta terus didorong menjadi ruang publik yang lebih produktif dan edukatif. Salah satu wacana yang mengemuka adalah pengembangan museum film dan fotografi di kawasan tersebut pada 2 April 2026.
Gagasan ini muncul dalam kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, ke salah satu gedung milik PT Jasa Raharja di kawasan Kali Besar, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam peninjauan tersebut, bangunan yang memiliki nilai historis tinggi dinilai memiliki potensi untuk dihidupkan kembali sebagai pusat edukasi budaya yang terbuka bagi masyarakat.
“Kita melihat peluang besar untuk menghadirkan ruang yang mampu merekam dan menampilkan perjalanan film serta fotografi Indonesia,” ujar Fadli Zon.
Pengembangan ini direncanakan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk pengelola aset dan sektor terkait, guna mengoptimalkan bangunan lama menjadi fasilitas publik yang memiliki nilai tambah.
Selain sebagai tempat penyimpanan arsip dan karya, museum tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman edukatif bagi pengunjung melalui berbagai koleksi visual, dokumentasi sejarah, hingga peralatan produksi dari masa ke masa.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa pemanfaatan gedung bersejarah sebagai ruang budaya sejalan dengan upaya menjaga nilai historis sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang kuat dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik yang produktif,” ujarnya.
Pengembangan kawasan berbasis sejarah dan kreativitas ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata serta menjadikan Kota Tua sebagai pusat kegiatan budaya yang lebih dinamis.
Hingga saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan pembahasan lebih lanjut.
penulis (Mega)
