Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
DINAS DAYAH ACEH

Plh. Kadisdik Dayah Aceh Bahas Pemulihan dan Pemberdayaan Dayah Pascabencana Bersama Yayasan Aceh Hijau dan YDSF Surabaya

22 Jan 2026 22:00
INTI BERITA
  • Kadisdik) Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi para kepala bidang di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA), menerima silaturahmi dan audiensi Yayasan Aceh Hijau bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya.
  • Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai II DPDA, Kamis, 22 Januari, dengan agenda membahas berbagai program pemulihan dan pemberdayaan dayah pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
  • Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana dayah, tetapi juga turut memengaruhi kondisi psikologis dan sosial para santri.

Banda Aceh – Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan (Plh. Kadisdik) Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi para kepala bidang di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA), menerima silaturahmi dan audiensi Yayasan Aceh Hijau bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai II DPDA, Kamis, 22 Januari, dengan agenda membahas berbagai program pemulihan dan pemberdayaan dayah pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana dayah, tetapi juga turut memengaruhi kondisi psikologis dan sosial para santri. Karena itu, diperlukan langkah pemulihan yang mencakup aspek fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis.

Dalam audiensi tersebut, dibahas sejumlah program prioritas yang dibutuhkan dayah terdampak bencana. Di antaranya penyediaan sanitasi dan air bersih, perbaikan sarana dan prasarana dayah, dukungan bagi anak yatim di dayah perbatasan, pemberdayaan ekonomi santri, serta program penyembuhan trauma atau trauma healing bagi santri.

Muhsin menegaskan bahwa penyediaan sanitasi dan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan kesehatan santri dan keberlangsungan aktivitas pendidikan di dayah.

“Pascabencana, banyak dayah mengalami kerusakan fasilitas sanitasi dan jaringan air bersih. Kondisi ini sangat berdampak pada kesehatan santri. Oleh karena itu, program sanitasi dan air bersih menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi,” ujar Muhsin.

Selain sanitasi dan air bersih, perbaikan sarana dan prasarana dayah, seperti ruang belajar, asrama, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya, juga menjadi perhatian. Perbaikan tersebut diperlukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan secara optimal.

Muhsin juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak yatim yang berada di dayah perbatasan. Menurutnya, mereka membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan maupun kesejahteraan.

Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi santri dinilai menjadi bagian strategis untuk memperkuat kemandirian dayah sekaligus membekali para santri dengan keterampilan yang produktif.

Program trauma healing juga dinilai penting untuk membantu memulihkan kondisi psikologis santri yang terdampak bencana, sehingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan nyaman dan tenang.

“Pemulihan dayah tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan psikologis santri. Program pemberdayaan ekonomi dan trauma healing sangat diperlukan agar santri dapat bangkit dan kembali fokus menuntut ilmu,” tambah Muhsin.

Muhsin menyambut baik kepedulian dan komitmen Yayasan Aceh Hijau serta YDSF Surabaya dalam mendukung pemulihan dan pemberdayaan dayah di Aceh. Ia berharap audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret, terarah, dan berkelanjutan.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemetaan kebutuhan dayah yang terdampak bencana, mekanisme pelaksanaan program, serta peluang kolaborasi jangka panjang untuk mendukung pemulihan dan penguatan pendidikan dayah di Aceh.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi dayah terdampak, khususnya yang berada di wilayah perbatasan dan daerah yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi.

Advertisement
Advertisement
HomeDaerahNEWNasionalNEWSumatera UtaraPemkab Aceh Tamiang
📢 Youtube kabar tujuh      👍 Jangan lupa Like Artikel ini      ▶ Subscribe YouTube @kabar7indonesia      🌐 www.kabartujuh.com