- BANDA ACEH — Pemerintah Aceh terus memperkuat langkah pemulihan pascabencana melalui penyusunan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
- Komitmen itu ditunjukkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, S.Ag., MH, yang menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen R3P di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Jumat (2/1/2026).
- Rapat tersebut digelar sebagai bagian dari upaya menyusun dokumen perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
BANDA ACEH — Pemerintah Aceh terus memperkuat langkah pemulihan pascabencana melalui penyusunan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dalam proses tersebut, sektor pendidikan dayah menjadi salah satu perhatian penting, khususnya terhadap lembaga pendidikan yang terdampak bencana.
Komitmen itu ditunjukkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, S.Ag., MH, yang menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen R3P di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Jumat (2/1/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai bagian dari upaya menyusun dokumen perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Dokumen R3P nantinya diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, maupun masyarakat sipil dalam menangani berbagai dampak bencana, baik pada aspek infrastruktur maupun kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Perhatian terhadap Pendidikan Dayah
Kehadiran Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan sektor pendidikan dayah turut terakomodasi dalam agenda pemulihan pascabencana.
Dinas Pendidikan Dayah Aceh berkomitmen mendorong agar dayah-dayah yang mengalami dampak bencana dapat memperoleh perhatian dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan dan pembinaan santri.
Pemulihan sarana pendidikan dayah menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal setelah terdampak bencana.
Bahas Kerusakan hingga Kebutuhan Pemulihan
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas sebagai bagian dari penyusunan dokumen R3P.
Pembahasan mencakup identifikasi secara menyeluruh terhadap kerusakan dan kerugian akibat bencana, penentuan skala prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan kebutuhan serta tingkat kerentanan, hingga penyusunan rencana aksi yang terukur dan realistis.
Selain itu, peserta rapat turut membahas kebutuhan penggalangan sumber daya untuk mendukung pembiayaan rehabilitasi dan rekonstruksi serta pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antarpihak yang terlibat dalam proses pemulihan.
Menjadi Landasan Pemulihan Aceh
Penyusunan dokumen R3P diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang jelas dan terarah dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.
Melalui dokumen tersebut, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki landasan bersama dalam menentukan kebutuhan, menetapkan prioritas, serta melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kondisi di lapangan.
Bagi sektor pendidikan dayah, keterlibatan dalam proses tersebut menjadi penting agar kebutuhan pemulihan lembaga pendidikan yang terdampak tidak terlewatkan dalam perencanaan pascabencana.
Dengan penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan dapat berjalan lebih terarah sehingga masyarakat terdampak, termasuk para santri dan pengelola dayah, dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara bertahap.
KabarTujuh | Aceh


