- Komentar yang bernada miris di lontarkan oleh sejumlah masyarakat yang tidak ingin di sebutkan jati dirinya mengatakan bahwa apakah boleh dana desa di gunakan untuk pembangunan fasilitas yang menjadi tanggung jawab pemerintahan kabupaten aceh timur, seperti pembangunan parit beton di sisi jalan negara untuk di ketahui proyek pembangunan parit beton yang bersebelahan dengan jalan negara merupakan tanggung jawab pemerintahan kabupaten...
- Dana pokir di gunakan untuk pembangunan jalan dusun di desa Paya Bili Dua itu pun pembangunannya terlihat asal jadi di duga terjadinya penyimpangan keuangan sehingga masyarakat mempertanyakan kualitas proyek jalan yang telah di bangun oleh pejabat desa paya bili dua.
- Keanehan tersebut membuat masyarakat ingin mempertanyakan kepada kepala desa maupun perangkat gampong tetapi di khawatirkan nantinya masyarakat di intimidasi atau dengan kata lain di musuhi oleh pejabat gampong.
kabartujuh.com.com Aceh Timur
Komentar yang bernada miris di lontarkan oleh sejumlah masyarakat yang tidak ingin di sebutkan jati dirinya mengatakan bahwa apakah boleh dana desa di gunakan untuk pembangunan fasilitas yang menjadi tanggung jawab pemerintahan kabupaten aceh timur, seperti pembangunan parit beton di sisi jalan negara untuk di ketahui proyek pembangunan parit beton yang bersebelahan dengan jalan negara merupakan tanggung jawab pemerintahan kabupaten akan tetapi dana desa di gunakan untuk pelaksanaan pembangunan yang menurut warga bukan menjadi tanggung jawab pemerintah gampong .
Dana pokir di gunakan untuk pembangunan jalan dusun di desa Paya Bili Dua itu pun pembangunannya terlihat asal jadi di duga terjadinya penyimpangan keuangan sehingga masyarakat mempertanyakan kualitas proyek jalan yang telah di bangun oleh pejabat desa paya bili dua.
Keanehan tersebut membuat masyarakat ingin mempertanyakan kepada kepala desa maupun perangkat gampong tetapi di khawatirkan nantinya masyarakat di intimidasi atau dengan kata lain di musuhi oleh pejabat gampong.
Pembangunan proyek yang sudah di kerjakan kondisi kurang baik terlihat hasil pekerjaannya seperti ular di khawatirkan tidak bertahan karena kualitasnya tidak baik.
Keanehan lain dalam pelaksanaan musdus( musyawarah dusun) di lakukan setelah wirid yasinan dan kertas yang di sajikan tulisannya juga tidak terbaca oleh masyarakat di karenakan tulisannya sangat kecil apakah memang itu merupakan unsur ke sengajan dari pihak desa untuk mengelabui masyarakatnya diminta pihak penegak hukum untuk dapat mengusut berbagi masalah yang ada di desa paya bili dua sehingga masyarakat tidak di rugikan.(KS)

