- BIREUEN — Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bireuen bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen menyalurkan santunan kepada 300 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan kaum dhuafa, dengan total bantuan mencapai Rp100 juta.
- Penyaluran bantuan berlangsung pada 17 hingga 18 Maret 2026 di Pendopo Bupati Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
- Sebanyak 200 anak yatim dan 100 dhuafa menerima bantuan dalam bentuk uang tunai.
BIREUEN — Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bireuen bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen menyalurkan santunan kepada 300 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan kaum dhuafa, dengan total bantuan mencapai Rp100 juta.

Penyaluran bantuan berlangsung pada 17 hingga 18 Maret 2026 di Pendopo Bupati Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sebanyak 200 anak yatim dan 100 dhuafa menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima, sementara sisanya didistribusikan langsung ke berbagai wilayah di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian di tengah kondisi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah. Kehadiran BSI bersama pemerintah daerah diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan dukungan.
Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan Branch Manager Bank Syariah Indonesia Cabang Bireuen, Zulfahmi, SE, serta Bupati Kabupaten Bireuen, Mukhlis, ST.
Zulfahmi, SE menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam menjalankan tanggung jawab sosial berbasis prinsip ekonomi syariah.
“Bantuan ini kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para penerima, terutama menjelang Idul Fitri, sekaligus meringankan beban masyarakat yang sempat terdampak banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan program sosial.
Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial, terutama dalam situasi pascabencana.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para penerima manfaat mengaku terbantu dengan adanya santunan tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
Ke depan, kolaborasi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah diharapkan terus diperkuat guna mendorong kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan nilai kepedulian sosial di berbagai daerah.(Mega)

