BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana. Salah satu wujud nyata upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Refleksi Proyek ARISE yang berlangsung di Hotel Fajar, Bireuen, pada Kamis (4/6/2026), dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bireuen.
Kegiatan yang digagas oleh Yayasan Fondasi Hidup bersama Yayasan Untuk Indonesia (YEU) ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi berbagai capaian yang telah diraih selama pelaksanaan program, sekaligus merumuskan langkah dan strategi keberlanjutan. Proyek ARISE sendiri dijadwalkan akan berakhir pada 16 Juni 2026 mendatang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bireuen menekankan bahwa fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini berdampak langsung pada meningkatnya potensi dan risiko bencana. Kondisi tersebut menuntut kesiapan dan kewaspadaan dari semua pihak untuk bertindak lebih dini.
Menurutnya, keberhasilan dalam penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari seberapa cepat respons yang diberikan saat keadaan darurat terjadi, namun lebih utama lagi adalah seberapa matang persiapan dan kesiapan masyarakat sebelum bencana itu datang.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam pelaksanaan Proyek ARISE. Program ini dinilai berhasil mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif, melibatkan unsur masyarakat, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal daerah.
“Pengalaman berharga dan pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan program ini harus menjadi modal utama dan pondasi kuat dalam membangun masyarakat Bireuen yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai tantangan risiko bencana di masa depan,” tegas Wakil Bupati.
Lokakarya ini dihadiri oleh berbagai unsur perwakilan pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, komunitas masyarakat, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya. Selain fokus pada evaluasi kinerja dan capaian program, peserta juga mendiskusikan peluang pengembangan kebijakan baru serta program kerja yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan pasca berakhirnya proyek.
Hasil dari refleksi dan pembahasan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih adaptif, inklusif, dan tangguh, sehingga mampu meminimalkan dampak risiko bencana bagi masyarakat dan wilayah Kabupaten Bireuen.

