- Kabar Tujuh | Mega — Wartawan Kabar Tujuh Melaporkan Langsung dari Lapangan, Bireuen
- BIREUEN — Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Pemula Aceh resmi dibuka dan berlangsung di Hotel Fajar, Kabupaten Bireuen, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
- Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si.
Kabar Tujuh | Mega — Wartawan Kabar Tujuh Melaporkan Langsung dari Lapangan, Bireuen
BIREUEN — Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Pemula Aceh resmi dibuka dan berlangsung di Hotel Fajar, Kabupaten Bireuen, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari Kabupaten Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Pidie Jaya. Seluruh peserta akan dibagi dan dikelompokkan sesuai dengan kelompok masing-masing agar pembelajaran berjalan lebih efektif dan terarah.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut:
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kabupaten Bireuen, Julfikar, S.P., M.P.
Para Narasumber dan Juri
Panitia serta para undangan
Seluruh peserta Bimbingan Teknis
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Berbagai usaha kecil mulai dari menjahit, kuliner, jasa angkutan, depo air minum, bengkel, laundry, hingga usaha lainnya bukan sekadar mata pencaharian — melainkan penopang harapan keluarga, pencipta lapangan pekerjaan, dan penggerak roda ekonomi masyarakat.
“Menjadi seorang wirausaha sekarang ini bukan hanya tentang mencari keuntungan. Menjadi wirausaha membutuhkan keberanian menciptakan peluang, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta kemauan untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman,” ujar Reza Ferdian di hadapan para peserta, narasumber, dan undangan yang hadir.
Ia menekankan bahwa di era persaingan yang semakin terbuka, perilaku konsumen yang terus berubah, serta kemajuan teknologi yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan — pelaku UMKM tidak boleh hanya mengandalkan keterampilan menghasilkan barang atau jasa. Para wirausaha pemula juga harus mampu mengelola usaha, memahami kebutuhan pelanggan, memanfaatkan teknologi, serta terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, menyerap pengalaman dari para narasumber agar mampu memperkuat fondasi bisnis mereka.
Pemerintah Aceh juga mengapresiasi kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten/kota dinilai menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di Aceh.
“Kegiatan ini tidak boleh menjadi seremonial semata. Mari jadikan kesempatan ini sebagai ruang belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menggali berbagai hal baru dari para narasumber yang berkompeten,” tegasnya.
Reza Ferdian juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Disperindagkop. Keragaman latar belakang peserta justru menjadi kekuatan untuk membangun jejaring kemitraan dan kolaborasi antar pelaku usaha. “Mari kita bersama-sama membentuk mental wirausaha yang tangguh, pantang menyerah, dan tidak cepat puas saat mulai berkembang. Dengan terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi, mari kita jadikan UMKM di Aceh semakin Unggul,” tambahnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap lahir wirausaha-wirausaha baru yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pasar, sehingga mampu meningkatkan produktivitas UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Laporan Langsung — Kabar Tujuh, Rabu 12 Agustus 2026, dari lokasi kegiatan di Hotel Fajar, Bireuen.

