- kabartujuh.com.com,Langsa,Aceh-- Batalnya sejumlah penampilan dalam rangkaian kegiatan UMKM Fest Langsa 2023 di Lapangan Merdeka Kota Langsa membuat banyak pihak kecewa, terutama artis dan grup kesenian Aceh.
- RAPA yang merupakan grup komunitas Rapa'i pesisir Aceh membidangi Etnik musik yang berasal dari Kota Langsa sangat kecewa terhadap pembatalan tiba-tiba sejumlah agenda acara UMKM Fest 2023 karena alasan segelintir orang yang mengatakan bahwa acara tersebut mengandung maksiat dan melanggar Syariat Islam di Kota Langsa.
- Grup RAPA yang dikoordinatori oleh Rema Famanza dan beranggotakan sekitar 20 orang ini merupakan grup Islami yang membawakan lagu dengan syair-syair Aceh, Shalawat dan Dzikir.
kabartujuh.com.com,Langsa,Aceh– Batalnya sejumlah penampilan dalam rangkaian kegiatan UMKM Fest Langsa 2023 di Lapangan Merdeka Kota Langsa membuat banyak pihak kecewa, terutama artis dan grup kesenian Aceh. Sedangkan Kadis Perindagkop, Mahlil lempar batu ke Dinas lainnya.
RAPA yang merupakan grup komunitas Rapa’i pesisir Aceh membidangi Etnik musik yang berasal dari Kota Langsa sangat kecewa terhadap pembatalan tiba-tiba sejumlah agenda acara UMKM Fest 2023 karena alasan segelintir orang yang mengatakan bahwa acara tersebut mengandung maksiat dan melanggar Syariat Islam di Kota Langsa.
Grup RAPA yang dikoordinatori oleh Rema Famanza dan beranggotakan sekitar 20 orang ini merupakan grup Islami yang membawakan lagu dengan syair-syair Aceh, Shalawat dan Dzikir.
“terkait dengan acara di lapangan, RAPA dihubungi oleh pihak EO untuk tampil di Acara UMKM Fest 2023 sebagai bintang tamu, namun akhirnya tidak diizinkan tampil, karena ada pihak yang tidak ingin kami tampil”, ucap Koordinator RAPA.
Rema menjelaskan,Rapa Etnik Music sangat kecewa dengan adanya pembatalan sepihak tersebut, seluruh personel sangat kecewa sebab sudah capek latihan semaksimal mungkin untuk dapat menghibur warga kota Langsa dengan syair nasihat Aceh.
“lagu yang ingin dibawakan adalah Dikee Rateep. Ini Rapa’i Budaya Aceh, apa salahnya dan apa masalah utamanya kami tidak diizinkan tampil, sedangkan lagu yang kami bawakan adalah lagu nasihat dan Dzikir”, ketusnya.
“kedepannya diharapkan hal ini tidak terjadi lagi, biarkan cukup RAPA Etnik music saja yang kecewa, jangan smpai masyarakat kecewa juga, terutama artis Aceh lainnya seperti Safira Amalia”, pintanya lagi.

“kami hanya mengharapkan support, karena yang dilestarikan adalah budaya Aceh, tidak ada mudarat didalamnya. Kami juga mengajak untuk seluruh anak muda untuk bergabung bersama kami demi melestarikan budaya Aceh agar hidup lebih positif dengan menjaga budaya lokal tidak hilang dan tidak masuk budaya asing”, ungkap Rema Famanza.
Sementara itu, Kadis Perindagkop Kota Langsa, Mahlil,SH saat dikonfirmasi sejumblah media terkait batalnya sejumlah acara khususnya penampilan Artis dan perform lainnya seperti RAPA etnik music asal Langsa menjawab asal, seperti lempar batu dan tanggung jawab.
“ke DSI atau Satpol PP aja, jawabnya singkat via pesan WA”, pungkas Mahlil.(T, J IQBAL)

