Aceh Tamiang – Mediaindonesia24.com. Seorang ibu dan dua anaknya yang masih balita terjebak di atap toko yang dikepung banjir di Seruway, Aceh Tamiang, Minggu (13/101/2024) kemarin.
Proses evakuasi ketiganya membutuhkan perjuangan keras dari tim BPBD Aceh Tamiang dan keberanian Danramil 03/Seruway Kapten Inf Muhammad Rizal.

Ketiganya sengaja berlari ke atas toko untuk menyelamatkan diri dari ancaman banjir. Banjir yang melanda Peukan seruway, Kecamatan Seruway memang terjadi secara tiba-tiba akibat tanggul sungai jebol.
Jalan raya yang awalnya kering langsung berubah menjadi “lautan”. Suasana tenang kala itu menjadi kepanikan luar biasa.
“Airnya sekencang peluru, tiba-tiba suasana kampung sudah direndam banjir,” kata Zulfikar, warga Seruway.
Zulfikar mengungkapkan kondisi ketika itu penuh kegaduhan karena air langsung menerobos ke rumah. Bahkan salah satu rumah ambruk akibat dihantam arus banjir.
“Saat lagi sibuk-sibuknya, ada yang teriak-teriak di atas atap toko,” kata dia.
Teriakan ini menarik perhatian warga, termasuk tim BPBD Aceh Tamiang dan Danramil 03/Seruway Kapten Inf Muhammad Rizal.
Namun evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena air masih tinggi dan deras.
“Mereka di atas bangunan minimarket, kami tidak berani paksakan diri masuk dari depan toko, airnya tinggi dan daeras,” kata Kapten Muhammad Rizal ketika dikonfirmasi, Senin (14/10/2024).
Rizal berinisiatif memutari bangunan toko untuk mencari celah evakuasi. Kebetulan di belakang toko ada sebuah jerjak besi yang merapat ke dinding toko.
“Saya tidak tahu itu besi apa, langsung saya panjat,” ujarnya.
Namun tinggi besi itu tidak cukup untuk Rizal memanjat ke atap toko. Dia mengakali pendeknya jarak jangkauan ini dengan tali dan kain.
“Yang pertama ibunya ditudukan pakai tali, setelah itu satu per satu anaknya kita turunkan pakai kain gendong,” jelasnya.
Hingga saat ini Banjir di kecamatan Seruway belom menunjukkan debit air yang berkurang , Dan akan terus di pantau perkembangan nya .

