- kabartujuh.com.com,HALSEL---Puluhan warga Desa Fluk Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar aksi penolakan terhadap adanya rencana pendaratan alat berat oleh PT GTS di Desa Fluk.
- Aksi demontrasi ini, dipicu oleh ketidak hadiran pihak perusahaan dan pemerintah Desa dalam membahas Asesmen Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan masyarakat desa setempat.
- Informasi yang diterima Wartawan Media ini, puluhan masa aksi yang melakukan demonstrasi itu, menolak keras pihak PT.GTS untuk mendaratkan beberapa unit alat berat.
kabartujuh.com.com,HALSEL—Puluhan warga Desa Fluk Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar aksi penolakan terhadap adanya rencana pendaratan alat berat oleh PT GTS di Desa Fluk. Minggu, (24/3/2024).
Aksi demontrasi ini, dipicu oleh ketidak hadiran pihak perusahaan dan pemerintah Desa dalam membahas Asesmen Dampak Lingkungan (AMDAL) dengan masyarakat desa setempat.
Informasi yang diterima Wartawan Media ini, puluhan masa aksi yang melakukan demonstrasi itu, menolak keras pihak PT.GTS untuk mendaratkan beberapa unit alat berat.
Menurut warga setempat, pihak PT. GTS semestinya melakukan koordinasi dan konsultasi terlebih dahulu dengan masyarkat sebelum mendaratkan alat berat milik perusahan.
Upaya pendaratan alat langsung ke lokasi tanpa berkonsultasi dengan masyarakat merupakan pelanggaran serius terhadap hak partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Kami tidak akan diam saat keputusan yang mempengaruhi masa depan kami dibuat tanpa pertimbangan kami sebagai warga,” ujar Nahar Bate, salah seorang tokoh masyarakat Desa Fluk.
Dalam keterangannya Nahar Bate menyampaikan, ada dua tuntutan yang menjadi catatan penting dalam aksi itu, yang pertama, menolak pendaratan alat berat PT.GTS dan yang Kedua mendesak Pihak PT.GTS agar melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat desa Fluk secara terbuka.
” Ada dua tuntutan penting yang kami sampaikan, pertama kami menolak pendaratan Alat berat PT. GTS. Kedua, kami meminta pihak PT.GTS melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat desa Fluk tanpa terkecuali ” Tegas Nahar.
Hingga Berita ini ditayangkan Pihak PT GTS dan Pemerintah Desa setempat dalam upaya konfirmasi. (Sahin)

