- Langsa,kabartujuh.com.com/- Gonjang ganjing para pengunjung yang menikmati indahnya pelabuhan kuala langsa dan juga mencari udara segar saat ini menimbulkan aroma busuk yang menyengat di hidung setiap para pengunjung yang mendatangi lokasi pelabuhan di karenakan memuainya sulfur ke udara dan di hembus oleh angin yang membawa ke seluruh areal pelabuhan.
- Peristiwa tersebut di karena kan tumpukan sulfur tidak memiliki gudang yang respentatif untuk penyimpanan sulfur milik PT.
- Belerang yang di timbun di areal pelabuhan kuala langsa yang di produksi oleh PT.
Langsa,kabartujuh.com.com/- Gonjang ganjing para pengunjung yang menikmati indahnya pelabuhan kuala langsa dan juga mencari udara segar saat ini menimbulkan aroma busuk yang menyengat di hidung setiap para pengunjung yang mendatangi lokasi pelabuhan di karenakan memuainya sulfur ke udara dan di hembus oleh angin yang membawa ke seluruh areal pelabuhan.
Peristiwa tersebut di karena kan tumpukan sulfur tidak memiliki gudang yang respentatif untuk penyimpanan sulfur milik PT. PEMA, berdasarkan komentar Zulkarnaini selaku Kabid Tata Lingkungan tertanggal 14 Maret 2024 mengatakan kepada Media realitas, bahwa sulfur tersebut sudah di simpan PT . PEMA sejak tahun 2023 tanpa menggunakan atap sebagai penutup sejumlah sulfur jika di lihat di tkp sulfur tersebut hanya menggunakan pagar pembatas .
Belerang yang di timbun di areal pelabuhan kuala langsa yang di produksi oleh PT. Medco E&P. Akibat kurangnya sarana gedung untuk penyimpanan sulfur yang kian hari kian bertambah membuat para pengunjung yang melintas merasa sesak dan pusing serta mual mual jika sedang menyambangi areal pelabuhan jelang sore hari dimana masyarakat menghabiskan waktu untuk menunggu saat berbuka puasa .
menurut Zulkarnaini selaku Kabid tata lingkungan berkomentar mereka belum mengeluarkan izin lengkap ,dan hanya mengeluarkan rekomendasi saja bahkan pihak PT. PEMA belum pernah memberi laporan per enam bulan sekali “bagaimana kita keluarkan izin lengkap untuk itu saja tidak di lakukan”.
Menurut Direktur Pemasaran PT. PEMA, Panca Tri Handayani mengaku izin menyimpan sulfur tersebut itu sudah di keluarkan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa “coba komunikasi sama pak jol karena semua izin ada sama kabid tata lingkungan DLH Kota Langsa, Zulkarnaini atau pak jol”, tutur dia saat di temui di gudang penyimpanan.
Kondisi panas yang exstrim akhir akhir ini memberi dampak terhadap memuainya gas beracun yang bersumber dari tumpukan sulfur yang tidak terkontrol dan kian hari kian terus bertambah jumlahnya pihak PT. Pema tanpa mau peduli memuainya sulfur ke udara mengakibatkan akan mengancam kesehatan baik masyarakat pengunjung di pelabuhan kuala langsa maupun masyarakat di sekitar lokasi penimbunan sulfur untuk itu masyarakat meminta pihak dinas DLH bergerak cepat menangani masalah bau yang menyengat yang berasal dari tumpukan sulfur tanpa memiliki gudang yang respentatif untuk melindungi kesehatan masyarakat tegas media ini jangan ada main mata antara dinas DLH dengan PT. PEMA dalam penanganan sulfur yang dapat merugikan masyarakat dan berdampak pencemaran lingkungan .(suriady .ks)

