- BIREUEN — Peran ulama tidak berhenti pada mimbar dan ruang-ruang dayah.
- Razuardi menempatkan HUDA bukan sekadar organisasi dengan kepengurusan baru.
- "Saya berharap HUDA menjadi rumah besar para ulama untuk bermusyawarah, menyatukan langkah, memberikan solusi bagi umat, serta melahirkan gagasan bagi kemajuan Bireuen.
KABAR TUJUH | MEGA — Melaporkan Langsung dari Lapangan
Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
BIREUEN — Peran ulama tidak berhenti pada mimbar dan ruang-ruang dayah. Di tengah perubahan sosial dan tantangan generasi muda, ulama juga dituntut hadir memberikan arah, gagasan, sekaligus solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 di Aula Universitas Islam Aceh (UIA), Rabu (9/9/2026).

Razuardi menempatkan HUDA bukan sekadar organisasi dengan kepengurusan baru. Ia berharap wadah tersebut mampu menjadi ruang bersama bagi para ulama untuk bermusyawarah, menyatukan langkah, dan melahirkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan umat sekaligus mendukung kemajuan Bireuen.
“Saya berharap HUDA menjadi rumah besar para ulama untuk bermusyawarah, menyatukan langkah, memberikan solusi bagi umat, serta melahirkan gagasan bagi kemajuan Bireuen. Mari kita perkuat kemitraan ulama dan pemerintah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Razuardi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, kemitraan dengan ulama dinilai penting, terutama dalam memperkuat pendidikan dayah, membina generasi muda, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh. Karena itu, kepengurusan HUDA periode 2026–2031 diharapkan tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya amanah kepengurusan baru PW HUDA Kabupaten Bireuen. Ketua Umum dijabat Abati Muzakir Abdul Wahab, S.Hi., Wakil Ketua Umum Abati Agussalim, M.A., Sekretaris Umum Dr. Tgk. Musbani, M.A., dan Bendahara Umum Tgk. M. Jafar Abd.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan SK pengangkatan pengurus, pengambilan sumpah dan janji jabatan, peusijuek, serta penyerahan pataka HUDA sebagai simbol amanah organisasi.
Kegiatan turut dihadiri Kapolres Bireuen, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Pengurus Besar HUDA, para ulama, pimpinan dayah dan teungku se-Kabupaten Bireuen. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama.

