- NIAS SELATAN — Kepala SD Negeri 071117 Hiliamaetaniha, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sadieli Telaumbanua, S.Pd., M.A.P., terus mendorong pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan siswa.
- Sadieli mengatakan, selama menjalankan tugas di sekolah tersebut, pihaknya berupaya mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
- Salah satu program yang telah berjalan adalah kerja sama dengan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Setia di sekitar lingkungan sekolah.
NIAS SELATAN — Kepala SD Negeri 071117 Hiliamaetaniha, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sadieli Telaumbanua, S.Pd., M.A.P., terus mendorong pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan siswa.
Sadieli mengatakan, selama menjalankan tugas di sekolah tersebut, pihaknya berupaya mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Salah satu program yang telah berjalan adalah kerja sama dengan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Setia di sekitar lingkungan sekolah. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa STT turut mengabdikan diri dengan memberikan pelayanan pembinaan rohani kepada para siswa.
“Kita bukan hanya mengembangkan ilmu pengetahuan atau keterampilan akademik anak, tetapi juga membangun nilai-nilai keagamaan siswa,” ujar Sadieli dalam wawancara bersama Kabar Tujuh.
Menurutnya, pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan. Karena itu, kegiatan akademik di sekolah diimbangi dengan pembinaan rohani agar siswa memiliki bekal pengetahuan sekaligus nilai moral dan keagamaan.
Kegiatan tersebut, kata dia, telah berlangsung sekitar tiga tahun dan hingga kini masih terus berjalan. Para mahasiswa STT secara bergantian terlibat dalam kegiatan pembinaan rohani bagi siswa.
18 Guru, Mayoritas Telah Bersertifikasi
Dari sisi tenaga pendidik, SD Negeri 071117 Hiliamaetaniha saat ini memiliki 18 guru. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berstatus PNS termasuk kepala sekolah, satu orang merupakan P3K penuh waktu, sementara terdapat pula tenaga honorer yang belum tercakup dalam pendataan BKN.
Sadieli menyebutkan, rata-rata guru di sekolah tersebut telah memiliki sertifikasi sehingga secara profesional telah memenuhi tuntutan sebagai tenaga pendidik.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, khususnya berkaitan dengan pemenuhan jam mengajar bagi beberapa tenaga honorer.
“Guru-guru kita di sini rata-rata sudah sertifikasi, jadi bisa dianggap guru profesional. Hanya saja masih ada beberapa guru yang belum mendapatkan jam mengajar,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan ketentuan pemerintah mengenai prioritas pemenuhan jam mengajar bagi guru yang telah berstatus ASN dan guru P3K sebelum diberikan kepada tenaga honorer.
Terus Beradaptasi dengan Perubahan Sistem Pendidikan
Sadieli juga menilai peningkatan mutu pendidikan merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Perubahan sistem dan kebijakan pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.
“Kalau soal mutu, kita tidak bisa menjamin 100 persen. Sistem pendidikan sekarang terus berubah, sehingga guru-guru harus terus belajar,” ujarnya.
Menurut dia, berbagai kekurangan yang masih ditemui di sekolah tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berbenah. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi motivasi bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan.
203 Siswa Aktif, 32 Lulusan Tahun Terakhir
Saat ini, SD Negeri 071117 Hiliamaetaniha memiliki sekitar 203 siswa yang seluruhnya masih aktif mengikuti kegiatan pendidikan.
Untuk siswa kelas VI, sekolah juga melaksanakan berbagai tahapan evaluasi sesuai ketentuan pendidikan nasional, termasuk ujian akhir dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sadieli menyampaikan, pada tahun terakhir terdapat 32 siswa kelas VI yang mengikuti proses kelulusan dan seluruhnya dinyatakan tamat.
“Yang terakhir ini 32 orang, semuanya tamat,” katanya.
Ia menyebutkan, selama sekitar tiga kali pelaksanaan kelulusan di bawah kepemimpinannya, tidak terdapat siswa yang tertahan dan seluruhnya dapat menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan.
Daya Tampung Masih Memadai
Dari sisi sarana ruang belajar, Sadieli mengatakan sekolah masih memiliki daya tampung yang cukup untuk menerima peserta didik baru.
Pada penerimaan murid baru tahun ini, sekolah membuka tiga rombongan belajar untuk kelas I. Namun, jumlah pendaftar yang masuk baru sekitar 36 siswa, masih di bawah target daya tampung yang diperkirakan mencapai 84 siswa.
“Kita buka tiga rombel khusus kelas satu. Yang mendaftar hanya kurang lebih 36 orang, sementara target sebenarnya 84,” jelasnya.
Menurut Sadieli, kondisi tersebut juga tidak terlepas dari kebebasan orang tua dalam menentukan pilihan sekolah bagi anak-anak mereka.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa yang menempuh pendidikan di SD Negeri 071117 Hiliamaetaniha.
Bagi Sadieli, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk peserta didik yang memiliki karakter, keterampilan, serta nilai-nilai yang dapat menjadi bekal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

