- Mukhlis, S.T., secara resmi membuka peringatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 sekaligus Bulan Literasi Keuangan, yang digelar di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Kamis (27/8/2026).
- Kegiatan ini diselenggarakan oleh OJK Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen, serta didukung Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh, Bank Aceh Syariah, dan sejumlah lembaga keuangan lainnya.
- Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat pada tahap pertama ini tersebar di 5 lokasi dari 23 Kabupaten/Kota, dan Kabupaten Bireuen menjadi salah satu yang terpilih.
KABAR TUJUH | Mega Melaporkan
BIREUEN — Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., secara resmi membuka peringatan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 sekaligus Bulan Literasi Keuangan, yang digelar di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Kamis (27/8/2026). Kegiatan bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini diikuti sekitar 1.000 pelajar dan santri dari berbagai institusi pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh OJK Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen, serta didukung Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh, Bank Aceh Syariah, dan sejumlah lembaga keuangan lainnya. Rangkaian acara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Dalam sambutannya, Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat pada tahap pertama ini tersebar di 5 lokasi dari 23 Kabupaten/Kota, dan Kabupaten Bireuen menjadi salah satu yang terpilih.
“Pada tahun 2025, kegiatan ini sempat menggunakan gedung BLK — dan kita sepakat menjadikan BLK sebagai sekolah perintis sejak awal. Alhamdulillah, kini Sekolah Rakyat kita telah berdiri kokoh dan mandiri. Semoga keberadaannya senantiasa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Bupati Mukhlis.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Indonesia Menabung bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, serta memperluas akses inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen ini bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan sebuah penanda komitmen, kepedulian, dan investasi sosial yang sangat berharga bagi kemajuan dan kesiapan finansial generasi muda di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sejak dini, terutama di era digital saat ini. Ia berharap para pelajar dan santri dapat memahami pentingnya menabung, merencanakan keuangan, serta menjaga keamanan finansial digital.
“Kita tidak hanya memberikan sarana penyimpanan uang, tetapi juga membekali pelajar dengan wawasan keuangan agar siap menerima program bantuan pendidikan, beasiswa, prestasi, hingga menghasilkan karya kreatif dan produktif di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan penampilan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, sambutan Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga, prosesi simbolis penyerahan 1.000 Rekening Simpanan Pelajar, serta penyuluhan edukasi keuangan syariah dari PT Bank Aceh Syariah, PT Bank Syariah Indonesia (BSI), dan PT BPR Syariah Mustaqim Aceh.
Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan merupakan bentuk tanggung jawab sosial bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.
Acara ditutup dengan penutupan oleh MC PT Bank Aceh Syariah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, pimpinan lembaga keuangan, serta para kepala sekolah dan tenaga pendidik dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, SMAN 1 Juli, dan Pesantren Modern Al Zahrah.
KABAR TUJUH — Fakta, Berimbang, Terpercaya
MEGA | Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran


