- BIREUEN — Duka menyelimuti keluarga Samsul Bahri (23) dan Fahrizal (20), dua warga Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, setelah keduanya menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, Selasa (25/8/2026).
- Kecelakaan tersebut melibatkan mobil barang Isuzu Traga BL 8498 LR dan Bus Scania Putra Pelangi BL 7913 AA.
- Informasi mengenai kecelakaan tersebut dihimpun dari pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial.
KABAR TUJUH | Mega
BIREUEN — Duka menyelimuti keluarga Samsul Bahri (23) dan Fahrizal (20), dua warga Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, setelah keduanya menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, Selasa (25/8/2026).
Kecelakaan tersebut melibatkan mobil barang Isuzu Traga BL 8498 LR dan Bus Scania Putra Pelangi BL 7913 AA. Kedua kendaraan terlibat tabrakan saat melintas di kawasan jalan yang menikung.
Informasi mengenai kecelakaan tersebut dihimpun dari pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial. Mobil Isuzu Traga diketahui membawa keranjang ayam dan sedang dalam perjalanan dari arah Banda Aceh menuju Medan.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika Isuzu Traga memasuki ruas jalan yang menikung di Desa Matang Wakeuh dan diduga melebar ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, Bus Putra Pelangi yang dikemudikan Muhammad Azkal Azkia (26) datang dari arah berlawanan. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindarkan.
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., melalui Kasatlantas AKP Irwansyah Nasution membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.
“Sesampainya di jalan bertikungan Desa Matang Wakeuh, Isuzu Traga diduga melebar ke sisi kanan jalan,” ujar AKP Irwansyah.
Benturan keras mengakibatkan bagian depan Isuzu Traga mengalami kerusakan berat. Dari pemeriksaan awal, Samsul Bahri dan Fahrizal yang berada di dalam kendaraan tersebut dinyatakan meninggal dunia. Keduanya diduga tidak menggunakan sabuk pengaman saat kecelakaan terjadi.
Sementara itu, pengemudi bus Muhammad Azkal Azkia dan seorang penumpang bernama Tutia Rahmi (34), warga Desa Leuhob Paloh, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, mengalami luka ringan.
Petugas Satlantas Polres Bireuen yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kedua kendaraan. STNK dan SIM kedua pengemudi turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta. Satlantas Polres Bireuen masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab serta kronologi lengkap kecelakaan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kedua korban, mengampuni segala kesalahannya, serta memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah ridha atas segala ketetapan-Nya.
MEGA | Mengabarkan Fakta, Menyuarakan Kebenaran
KABAR TUJUH — Fakta, Berimbang, Terpercaya


