- BIREUEN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menggelar kegiatan Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Etika serta Budaya Berpolitik di Hotel Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Rabu (29/7/2026).
Materi UUPA disampaikan untuk memperkuat pemahaman peserta bahwa penyelenggaraan politik dan pemerintahan di Aceh memiliki dasar hukum tersendiri yang lahir dari kesepakatan damai, sehingga memiliki keistimewaan dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dalam paparannya, diuraikan empat pilar utama UUPA, meliputi: Keistimewaan Khusus, Partai Politik Lokal, Pemilihan Kepala Daerah, serta Pertanahan dan Sumber Daya Alam.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Dr. Munawar, M.A. Hadir sekitar 100 peserta dari beragam unsur, antara lain perwakilan partai politik nasional dan lokal, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas), mahasiswa Universitas Almuslim, Universitas Islam Aceh (UIA) Bireuen, Universitas Ummah, Universitas Kebangsaan Negeri Bireuen (UNIKI), KNPI, tokoh masyarakat, hingga pelajar SLTA sederajat.
Peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber dengan materi yang berbeda:
Daerah Baca juga: Revitalisasi SDN 11 Banda Sakti Ditargetkan Rampung Sebulan Lagi, Proses Pengerjaan Dikebut Tanpa Ganggu Belajar– Dr. Munawar, M.A. – materi “Peran Pemerintah Aceh dalam Pembinaan Politik”
– Saiful Hadi (Ketua KIP Kabupaten Bireuen) – materi “Perkembangan Sistem Ketatanegaraan dan Tata Kelola Pemilu serta Pilkada”
– Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H. (Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bireuen) – materi “Pembinaan Politik dalam Rangka Mendukung Pembangunan Daerah”Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan berlanjut dengan sesi diskusi serta tanya jawab. Peserta menyambut baik kegiatan ini, terutama pemaparan mengenai UUPA yang dinilai sangat penting untuk dipahami secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam arahannya, Dr. Munawar menegaskan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana membangun peradaban melalui etika, akhlak, dan tanggung jawab. Ia juga mengajak masyarakat untuk bijak menyaring informasi di era digital, meningkatkan literasi digital, serta menjauhi penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Aceh berharap pemahaman masyarakat terhadap UUPA dan sistem politik daerah semakin kuat, sekaligus tumbuh budaya demokrasi yang santun, beretika, berakhlak, dan menjaga persatuan sebagai fondasi kemajuan Aceh yang damai dan berkelanjutan.
INTI BERITA


