- BIREUEN — Pagi yang penuh haru menyelimuti keberangkatan Aqila Mirzani Amir.
- Di dadanya tergantung tanda UM — Unaccompanied Minor, tanda khusus yang menandakan Aqila terbang tanpa pendamping orang tua dan akan didampingi petugas maskapai sepanjang perjalanan.
- Sesuai tiket perjalanan yang tertera atas nama Aqila Mirzani Amir, nomor penerbangan ID 6899, Aqila berangkat dari Banda Aceh menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Kabar Tujuh | Mega Melaporkan dari Bireuen
BIREUEN — Pagi yang penuh haru menyelimuti keberangkatan Aqila Mirzani Amir. Tepat pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 07.00 WIB, gadis berusia 12 tahun itu berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menempuh perjalanan ribuan kilometer seorang diri, meninggalkan kedua orang tuanya demi mengejar cita-cita dan masa depan pendidikan di Maluku.

Di dadanya tergantung tanda UM — Unaccompanied Minor, tanda khusus yang menandakan Aqila terbang tanpa pendamping orang tua dan akan didampingi petugas maskapai sepanjang perjalanan. Air mata tak mampu ia tahan saat berpamitan, namun tekadnya membawanya melangkah teguh menuju gerbang keberangkatan.
Sesuai tiket perjalanan yang tertera atas nama Aqila Mirzani Amir, nomor penerbangan ID 6899, Aqila berangkat dari Banda Aceh menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Di Jakarta ia akan transit dan pindah terminal, lalu melanjutkan penerbangan nomor ID 6266 menuju Makassar, sebelum akhirnya menuju tujuan akhir — Maluku.
Perjalanan jauh ini ia tempuh sendirian, bukan tanpa alasan. Keterbatasan biaya menjadi alasan utama mengapa Aqila harus berani melangkah tanpa didampingi ayah dan ibunya. Namun di balik beratnya perpisahan, terpancar harapan besar dan keberanian luar biasa dari seorang anak yang rela berkorban demi masa depan yang lebih baik.
Aqila bukan sekadar berangkat bersekolah. Ia adalah atlet pencak silat berprestasi asal Bireuen yang pernah mengharumkan nama Aceh di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2025. Kini, kesempatan emas terbuka baginya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus pembinaan olahraga di Sekolah Khusus Olahraga Maluku.
“Pergilah Nak, kejar mimpimu. Meski berat melepasmu berangkat sendiri, kami percaya Allah senantiasa menjagamu,” demikian pesan perpisahan orang tua Aqila, tulus mendoakan putri kesayangannya agar selamat, sehat, dan berkah di perantauan.
Langkah kecil Aqila pagi ini adalah awal perjuangan besar. Ribuan kilometer perjalanan, pindah-pindah pesawat, dan jauh dari keluarga — semua ia jalani demi satu harapan: meraih ilmu, mengasah bakat, dan membanggakan orang tua serta tanah kelahirannya.
Semoga langkah Aqila senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Selamat sampai tujuan, sehat selalu, dan teruslah bersinar membawa nama Aceh di tanah Maluku. Aamiin Ya Rabbal Alamin.


