- BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menerima kehadiran 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode CXX di wilayah setempat selama 45 hari ke depan.
- Para mahasiswa ini akan ditempatkan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Peusangan Selatan, dengan lokasi penugasan di Gampong Alue Mangki serta Gampong Uteuen Gathom.
- Turut hadir menyaksikan momen ini Asisten Pemerintahan Mulyadi, S.H., M.M., Asisten Perekonomian Mawardi, S.STP., M.Si., para Camat, Keuchik setempat, serta Dosen Pembimbing Lapangan Ferry Julianto.
Kabar Tujuh | Mega Melaporkan dari Bireuen
BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menerima kehadiran 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode CXX di wilayah setempat selama 45 hari ke depan. Acara pelepasan dan penerimaan berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (8/7/2026), dipimpin langsung Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T.
Para mahasiswa ini akan ditempatkan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Gandapura dan Kecamatan Peusangan Selatan, dengan lokasi penugasan di Gampong Alue Mangki serta Gampong Uteuen Gathom. Mereka berasal dari beragam latar belakang jurusan, mulai dari sosial, ekonomi, syariah, budaya, dakwah, hingga teologi.
Turut hadir menyaksikan momen ini Asisten Pemerintahan Mulyadi, S.H., M.M., Asisten Perekonomian Mawardi, S.STP., M.Si., para Camat, Keuchik setempat, serta Dosen Pembimbing Lapangan Ferry Julianto.
Ferry Julianto menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat pemerintah daerah. Ia berharap kolaborasi ini dapat melahirkan solusi nyata bagi warga desa tempat mereka bertugas.
“Kami berharap kerja sama ini berjalan lancar, sehingga 45 hari pengabdian ini benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat di dua kecamatan tersebut,” ujar Ferry.
Dalam arahannya, Bupati Mukhlis mengingatkan bahwa waktu pengabdian terbilang singkat. Oleh karena itu, ia meminta mahasiswa tidak sekadar mengerjakan tugas kuliah, melainkan benar-benar hadir dan berbaur dengan warga.
“Pelajaran terbesar tidak kalian dapatkan di kampus, melainkan saat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tinggalkanlah sesuatu yang bermanfaat, bukan sekadar laporan di atas kertas. Selamat mengabdi,” tegas Mukhlis.
Secara simbolis, Bupati Mukhlis melepas almamater serta memasangkan perlengkapan KKN kepada perwakilan mahasiswa.
Tak berhenti di acara penerimaan, rombongan mahasiswa juga langsung berkeliling mengunjungi kegiatan Pasar Murah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu. Mereka berfoto dan mengambil video rekaman sebagai langkah awal mereka turun ke lapangan berinteraksi langsung dengan warga. Langkah ini dilakukan untuk mengenal lebih dekat kondisi ekonomi warga sekaligus melihat upaya pemerintah membantu kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa ini diharapkan mampu menyatukan ilmu akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga meninggalkan jejak pengabdian yang tak terlupakan bagi warga Bireuen.

