SUMATERA UTARA – Dalam Rangka untuk mempersatukan Sembilan Kedatukan Di kabuoaten Batu bara maka bulat kesepakatan untuk Pembentukan Majlis Kedatukan Batu Bara: yang bertujuan Menjaga Kearifan Lokal Dan Mendukung Pembangunan sesuai nilai budaya Melayu,Pada Kamis ( 04/06/2026 ).
Sembilan Kedatukan Melayu di kabupaten Batu bara telah berhasil membentuk Majlis Kedatukan Melayu melalui prosesi adat dengan baik bertempat di Pantai Jono ,Desa Lalang, kecamatan Medang Deras, kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Prihal acara pembentukan Majlis Kedatukan Melayu di kabupaten Batu bara tersebut telah dibenarkan oleh Ketua Majlis Kedatukan Melayu kabupaten Batubara ,OK Khairul Amri yang bergelar Dato Setiawangsa II , mengatakan bahwa pengukuhan tersebut adalah suatu momentum penting dalam memperkuat persatuan sekaligus pelestarian adat dan budaya Melayu di kabupaten Batu bara.
” Membentuk Majelis Kedatukan Batu Bara Bertujuan untuk memperkenalkan dan sekaligus memperkuat keberadaan Lembaga adat untuk menaungi sembilan Kedatukan Melayu di kabupaten Batu bara, ” tetang OK Khairul Amri pada Kamis,04/06 /2026.
Lebih lanjut OK Khairul Amri menjelaskan bahwa dengan penuh harapan Majlis tersebut dapat menjadi Sarana . pelestarian nilai budaya ,adat istiadat dan identitas Melayu yang telah di wariskan secara turun temurun.
” Kami harap majlis tersebut dapat menjadi Sarana pelestarian nilai budaya, adat istiadat dan identitas Melayu yang telah di wariskan turun temurun, ” jelas OK Khairul Amri.
Majlis Kedatukan Batu Bara adalah merupakan suatu wadah pemersatu sembilan Kedatukan Melayu yang ada di kabupaten Batu bara yakni: Kedatukan Lima puluh, Pesisir, Lima Laras,Bogak , Tanjung Kasau,Sipare pare, Pagurawan, Tanjung Limau Purut dan tanah Datar.
Dengan telah terbentuk Majlis Kedatukan Melayu di kabupaten Batu bara ini diharapkan dapat berkontribusi menjaga kearifan lokal dan mendukung pembangunan Daerah kabupaten Batu bara dengan berdasarkan nilai nilai budaya Melayu .
” Kami berharap Majlis Kedatukan ini dapat berkontribusi menjaga kearifan lokal dan mendukung y Daerah berlandaskan nilai-nilai budaya Melayu, ” terang OK Khairul Amri mengakhiri.
Eko

