- BIREUEN — Pelantikan delapan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kamis (2/4/2026), tidak hanya menjadi agenda pengisian jabatan, tetapi juga memuat pesan kuat tentang penguatan kinerja birokrasi.
- Pantauan wartawan di lapangan, prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Oproom Kantor Bupati dan dihadiri sejumlah pejabat daerah.
- Dalam rangkaian prosesi tersebut, turut dibacakan naskah resmi yang memuat mekanisme evaluasi kinerja pejabat.
BIREUEN — Pelantikan delapan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kamis (2/4/2026), tidak hanya menjadi agenda pengisian jabatan, tetapi juga memuat pesan kuat tentang penguatan kinerja birokrasi.

Pantauan wartawan di lapangan, prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Oproom Kantor Bupati dan dihadiri sejumlah pejabat daerah. Para pejabat yang dilantik tampak mengikuti jalannya acara dengan serius sejak awal hingga akhir.
Dalam rangkaian prosesi tersebut, turut dibacakan naskah resmi yang memuat mekanisme evaluasi kinerja pejabat. Dalam bagian itu disebutkan bahwa kinerja pejabat akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan, dengan konsekuensi pergantian bagi yang tidak memenuhi target.
Hal tersebut mempertegas bahwa jabatan tidak lagi menjadi posisi administratif semata, melainkan terikat pada capaian kerja yang konkret.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST menekankan bahwa sumpah jabatan mengandung tanggung jawab moral yang besar, tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Jalankan tugas dengan penuh kejujuran, disiplin, serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme,” ujar Mukhlis.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang responsif, inovatif, dan mampu bergerak cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Tidak ada ruang bagi sikap lamban, tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan wewenang, dan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran integritas,” tegasnya.
Selain itu, para pejabat diminta segera melakukan konsolidasi, memetakan persoalan, serta menghadirkan solusi nyata di lapangan. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pejabat yang hanya mengejar jabatan tanpa memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Jangan terjebak dalam rutinitas. Lakukan terobosan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan ini merupakan bagian dari pengisian jabatan yang kosong dan telah melalui tahapan seleksi terbuka serta memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Adapun delapan pejabat yang dilantik yakni:
- dr. Minar Mushari, Sp.S., kini menjabat Direktur UPTD RSUD dr. Fauziah Bireuen.
- Mohammad Amrullah, S.E., M.Si., kini menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bireuen.
- Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H., kini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bireuen.
- Doli Mardian, S.E., M.S.M., kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bireuen.
- Azhari, S.Sos., kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bireuen.
- Munawar, S.K.M., M.Kes., kini menjabat Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen.
- Ir. Marwan, S.T., M.T., kini menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bireuen.
- Zamzami, S.Pd., M.M., kini menjabat Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen.
Dengan kombinasi antara sambutan kepala daerah dan mekanisme evaluasi yang dibacakan dalam prosesi, pelantikan ini menandai arah baru birokrasi di Bireuen. Kinerja dan integritas kini menjadi tolok ukur utama dalam menjalankan jabatan.(Mega)

