- kabartujuh.com.com,Biereun,Aceh---Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia PPDI kabupaten Bireuen adakan acara maulidin rasul 1445 H tahun 2023 Yang dilaksanakan Rabu 01 November 2023 di kantor sekretariat Dawan pengurus Cabang ( DPC ) kabupaten Bireuen di desa Cot bada tunong kecamatan Peusangan.
- Husaini ketua PPDI kabupaten Bireuen Rabu 01 November 2023 dalam sambutannya,terus Menyemangat kan rekan rekan disabilitas untuk tetap bersemangat dan tidak pesimis dalam menjalani kehidupan sehari-hari dalam masyarakat,
- Dengan tekat yang satu, tetap semangat untuk terus maju,kita bersatu padu bak kata pepatah,kelaut sama mendayung,kegunung sama mendaki,rugi sama di tanggung untung di bagi bagi.kalau bukan konsep ini yang kita jalankan,kita akan kehilangan kekuatan
kabartujuh.com.com,Biereun,Aceh—Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia PPDI kabupaten Bireuen adakan acara maulidin rasul 1445 H tahun 2023 Yang dilaksanakan Rabu 01 November 2023 di kantor sekretariat Dawan pengurus Cabang ( DPC ) kabupaten Bireuen di desa Cot bada tunong kecamatan Peusangan.
Husaini ketua PPDI kabupaten Bireuen Rabu 01 November 2023 dalam sambutannya,terus Menyemangat kan rekan rekan disabilitas untuk tetap bersemangat dan tidak pesimis dalam menjalani kehidupan sehari-hari dalam masyarakat,
Dengan tekat yang satu, tetap semangat untuk terus maju,kita bersatu padu bak kata pepatah,kelaut sama mendayung,kegunung sama mendaki,rugi sama di tanggung untung di bagi bagi.kalau bukan konsep ini yang kita jalankan,kita akan kehilangan kekuatan
Sekarang kalau bukan sema sama kita berjuang tiada lagi yang dapat kita andalkan,walaupun Kita di jamin kesejahteraan oleh undang undang di sabilitas,akan tetapi kalau istilah bahasa, fakta dilapangan jauh panggang dengen api,
Buktinya saja boleh kita lihat hari ini, pihak pemerintahan kabupaten Bireuen sendiri kita undang saja tidak mau datang,padahal ini acara maulid untuk Rasulullah.
Lanjut nya lagi,sebenarnya kami sabilitas harus diperhatikan sesuai dengan janji UU disabilitas,kami akan tetap mencari kesetaraan hak kami,kalau tidak kami dapat kan di kabupaten,ke propinsi akan saya kejar bila belum kita dapatkan sampai ke pusatpun akan saya perjuangka, yang penting kami semangat juang kami tidak pudar,
saya selaku ketua insyaallah bukan sekedar cakap saja,tetapi akan saya buat terus trobosan trobosan untuk mendapatkan kesejahteraan bagi anggota saya kata husaini
Saya mengharapkan kepada rekan rekan manfaatkan bekal yang ada dimana sekarang ada rekan rekan yang sedang mengikuti pelatihan yang di berikan oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BVPV ) Banda Aceh agar dapat di manfaatkan betul betul ilmu yang di dapat kan.sebagai modal kesejahteraan ekonomi keluarga nantinya.
Selanjutnya, untuk Pelengkap kesempurnaan kegiatan ini Abiya Ruhul mudi ikut menyerah kan kain sarung dan santunan untuk yatim piatu,setelah pemberian santunan dari PPDI selesai.
tiba tiba Abiya Ruhul Mudi mengumpulkan kembali seluruh anak anak kaum di sabilitas yang ikut hadir pada acara tersebut untuk kembali di santuni oleh abiya yang di perkirakan 3 juta lebih dana pribadi nya di berikan langsung kepada puluhan anak anak disabilitas,
menurut Abiya,itulah sedekahnya yang dapat dibantu untuk kaum di sabilitas,dari sisi lain hal ini demi menjaga perasaan anak anak ini agar sama sama mendapat santunan jangan anak yatim saja.
kendatipun mereka tidak sama menyandang status yatim piatu,namun kenyataannya kehidupan keluarga mereka mungkin tidak jauh berbeda antara anak yatim piatu dengan anak anak penyandang disabilitas walau tidak yatim menurut nya.
Husaini ketua PPDI Setelah kegiatan selesai saat di jumpai awak media ini mengatakan.walaupun rangkaian kegiatan ini sudah selesai dan berjalan lancar,namun rasa kecewanya kepada para pihak dinas dan instansi di pemerintahan kabupaten Bireuen tak dapat di tahan bukanpun tiada alasan.
Kekecewaan nya karena kejadian yang sama setiap tahunnya terulang, untuk melaksanakan kegiatan maulid nabi besar Muhammad SAW yang di lakukan oleh kaum difabel ini,berlangsung dengan cara swadaya khenduri dari anggotanya,cuma untuk memenuhi undangan kami saja mereka para dinas dan instansi yang kami undang tidak dapat hadir.sementara para kaum disabilitas dari kabupaten Pidie,Pijay dan kabupaten tetangga lainnya bisa menghadir memenuhi undangan kami.entah apa yang di bayang kan oleh mereka terhadap kami kaum difabel,sehingga mereka begitu alerginya kepada kami.
Padahal kami cukup menjaga merwah pemerintah kita salamaini, melarang anggota kami untuk tidak meminta Mita seperti pengemis jalanan lain nya,dengan kondisi anggota kami yang demikian terkadang,bisa bisa menganggu ketertiban jalanan umum seperti kita lihat saat ini di perempatan kota Bireuen,puluhan pengemis yang berwajah manis dengan tubuh sehat,
bahkan banyakan diantara mereka pengemis dari luar masuk kebireuen,
mungkin merasa aman disini karena luput dari penertiban pihak pemerintah,entahpun mereka tak perduli dengan keberadaan pengemis normal ini. sehingga mereka aman aman saja di jalan perempatan kota,
sementara anggota PPDI sangat anti terhadap pengemis jalanan,bahkan kalau kedapatan langsung dikeluarkan dari persatuan tegas Husaini.(H83)

