BIREUEN – Sebanyak 152 unit hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana di Kabupaten Bireuen mulai dibangun secara bertahap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan pihak swasta.
Pembangunan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Jangka, Juli, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, dan Gandapura. Namun, progres di lapangan masih bervariasi, tergantung pada kesiapan material dan kondisi lokasi.
Di Kecamatan Jangka, pembangunan berlangsung di Desa Kuala Ceurape sebanyak 20 unit dengan tahapan mulai dari pengerjaan pondasi hingga pemasangan dinding. Sementara di Desa Bugeng dikerjakan 10 unit, dan satu unit di Alue Bayeu Utang masih pada tahap kesiapan material di lokasi.
Untuk Kecamatan Juli, pembangunan terpantau di Desa Balee Panah sebanyak 17 unit dengan progres mulai dari pondasi hingga pemasangan kusen. Selain itu, terdapat tiga unit rumah contoh yang telah dibangun pada Maret 2026 sebagai acuan standar pembangunan.
Di desa lain, material pembangunan juga telah tersedia, seperti dua unit relokasi warga Kuala Ceurape di Alue Kuta serta lima unit di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan.
Keterlibatan pihak swasta turut mempercepat proses pembangunan. PT Blang Keutumba yang dipimpin H. Subarni A. Gani membangun 60 unit Huntap yang tersebar di beberapa desa. Namun, pembangunan di Salah Sirong masih terkendala masalah distribusi material.
Selain itu, DT Peduli mulai mengerjakan 45 unit Huntap di Desa Alue Kuta, sementara PT Takabeya Perkasa Group membangun tujuh unit di Kecamatan Gandapura dengan progres yang telah mencapai tahap pengerjaan dinding dan pondasi.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan di lapangan.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga para penyintas yang rumahnya telah terverifikasi rusak berat atau hilang dapat segera menempati hunian yang layak.
Pembangunan Huntap ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, dengan harapan dapat mempercepat kembalinya kehidupan masyarakat terdampak ke kondisi yang lebih baik.
(Prokopim)
(Mega)

