UMKM Bersatu Merasa Dirugikan, Disporapar Dan Koperasi Gelora Sejahtera Terkesan Lempar Handuk


Sidoarjo, Kabar tujuh – Sejak awal hingga sekarang, Sabtu (14/1/3023). Owner UMKM Bersatu mengeluh dan dirugikan terkait penyedia kontainer PKL GOR serta mitra Koperasi sesuai surat kerjasama.


Pasalnya, owner UMKM Bersatu sudah mengeluarkan uang ratusan juta untuk kontainer PKL pakai uang pribadi tanpa adanya bantuan dari Dispora maupun pihak manapun. Dan sekarang sudah ditempati para pedagang mengais Rizki melalui dagangannya di GOR.


Indah ketua CV.UMKM Bersatu menyampaikan, bahwa sampai hari ini terhitung kurang lebihnya 5 bulan. Belum menerima kesepakatan dari pihak Disporapar maupun Koperasi Gelora sejahtera.


Kesempatan kali ini, awak media berhasil menemui indah, dihadapan media dirinya menceritakan tentang kronologis dari awal waktu itu dirinya membuat proposal ditujukan ke Disporapar. Hingga melahirkan kesepakatan bahwa ia sebagai pengadaan kontainer. “Pedagang pun beli kontainer di saya dengan cara mengangsur dan sampai saat ini ada yang sudah lunas” bebernya.


“Terkait surat kesepakatan yang sudah dikeluarkan oleh Toriq Koperasi Gelora Sejahtera, di situ tertera bahwa adanya kesepakatan 5 % dari PKL oleh UMKM Bersatu .Tapi anehnya dari awal hingga sekarang Toriq dimintai kesepakatan untuk tanda tangan yang sudah dikeluarkan Koperasi malah tidak bertanggung jawab dan melempar ke Disporapar melalui Harsono. Sedangkan Harsono ditanya melimpahkan ke koperasi serta apa kata Kadis Disporapar. 



Sementara itu, Kadis Disporapar Joko Supriyadi dihubungi lewat what’s ap saat ditanya tentang surat kesepakatannya tidak memberikan jawaban terkesan tak respon. Nah di sini lah saya seakan dipimpong ke sana ke sini, tidak adanya tanggung jawabnya satu sama lain,” ungkapnya.


Lanjut indah, kami punya bukti percakapan melalui pesan What’s app dengan Harsono Kabid Dispora dalam isi percakapan itu kalau 5 % itu udah kita atur dengan pihak koperasi Bu indah tinggal jalan aja. Itu lah dasar kami karena ada yang suruh dari Dispora. Malahan sekarang paguyuban PKL melalui korlap Kurniawan membuat ulah dengan mengirimkan surat yang tidak menyenangkan seakan ingin menyingkirkan saya. Padahal asal muasal sampai dia bisa jualan pakai kontainer dan semua fasilitas bor air, pagar, tempat cuci piring dan toilet murni pakai uang pribadi saya. Semua tinggal menikmati saja begitu sudah berdiri dan jalan paguyuban PKL, Koperasi maupun Disporapar seakan ingin menang sendiri.


“Kan jelas ini tidak adil dan fer baik Disporapar, Koperasi Gelora sejahtera. Saya tidak terima merasa di rugikan akhirnya saya mengambil tindakan dengan menunjuk Kuasa Hukum untuk menangani masalah ini,” ungkapnya.


Disisi lain, Toriq Koperasi Gelora Sejahtera saat dihubungi What’s app menyampaikan terkait dengan UMKM Bersatu Monggo (silahkan) langsung saja ke Dispora.


Saat ditanya adanya surat kesepakatan yang sudah di tanda tangani Bu indah yang sudah diberikan ke Koperasi Gelora Sejahtera di situ tercatut nama pak Toriq suratnya sekarang di mana?. “Bu indah suruh tanyakan ke Dispora,” cetusnya.


Ditempat terpisah, Kadis Disporapar Joko Supriyadi saat dikonfirmasi menyatakan,kami sudah mengirimkan surat ke PKL maupun owner UMKM Bersatu.Ada poin-poin tertentu di situ.


Disinggung terkait dengan surat yang telah dilayangkan adanya poin tertentu terkesan bahwa UMKM Bersatu terpojok dan dirugikan, “Nanti semuanya ditentukan berdasarkan Musyawarah, terus kapan musyawarahnya ?. Belum tahu nunggu suasana kondusif dulu,” jawabnya.


Kuasa Hukum UMKM Bersatu Sirajam Munira SH menyampaikan, saya sudah audensi dengan Disporapar serta sudah melayangkan somasi ke Korlap Wisata Kuliner Kurniawan.


“Kami selaku kuasa hukum belum menerima jawaban somasi dari korlap Kurniawan baik somasi pertama tertanggal 30 Desember 2022 dan somasi terakhir tertanggal 8 Januari 2023 serta kami pun sudah menerima surat dari Disporapar yang intinya surat itu merugikan klien kami UMKM Bersatu,” tegas Kuasa Hukum.


Munir menambahkan, klien kami seakan di ombang ambingkan oleh Disporapar maupun Koperasi Gelora sejahtera.Di sini kami menilai bahwa adanya ketidak beresan menginginkan lapak PKL dan menguasai sepenuhnya. Dengan cara dipersulit terkait surat.


“Data dan bukti sudah lengkap tinggal kita melangkah ke jalur hukum,” pungkasnya. (Wr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *