Tetap Kondusif, Berharap HPL Jadi SHM, AMPTAG Temui Bupati Jembrana


Jembrana, Kabar Tujuh – Usai menggelar audensi di Gedung DPRD Jembrana pada Senin (11/7) kemarin, Aliansi Masyarakat Peduli Tanah Gilimanuk (AMPTAG) yang dikoordinir oleh I Gede Bangun Nusantara kembali menggelar audensi dengan menemui Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Kantor Meeting Jimbarwana di Kelurahan Dauhwaru-Jembrana, Selasa (12/7). Mereka berharap agar status tanah Gilimanuk yang saat ini dalam status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar bisa menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).


Guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, memerintahkan Personil Polres Jembrana untuk melakukan pengamanan.


“Hal ini perlu dan sudah menjadi tanggung jawab Polri selaku petugas keamanan dalam menjaga dan menciptakan situasi di kewilayahan agar tetap aman dan kondusif,” terang Kapolres saat dikonfirmasi.


Sementara itu, dalam pelaksanaannya di lapangan, Kapolsek Kota Jembrana Iptu I Putu Budi Santika, menghimbau kepada seluruh perwakilan dari warga Gilimanuk/AMPTAG agar tetap menjaga ketertiban. 


“Yang akan masuk mengikuti audensi menemui Bapak Bupati yaitu para perwakilan masing-masing lingkungan yang sama sesuai dengan jumlah kemarin saat mengikuti audensi di Gedung DPRD, sesuai dengan hasil koordinasi dengan Bapak Gede Bangun Nusantara,” ujarnya.


“Saya ucapkan terimkasih kepada teman-teman AMPTAG sekalian yang kemarin sudah berinisiatif untuk menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, terutama menjaga sampah agar tidak berserakan,” ucap Kapolsek Kota Jembrana.


Selama kegiatan audensi berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, menyambut dengan baik kedatangan/audensi dari AMPTAG. Alhasil dari Pemda Kab. Jembrana juga akan bersedia membantu, menjembatani, dan memfasilitasi warga Gilimanuk dalam memperjuangkan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar bisa menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).


“Saya minta waktu, ini tidak bisa cepat, karena memperjuangkan ini seperti yang kita ketahui bersama sangat berat, hingga ke tingkat pusat. Tetapi kami akan berupaya dan berusaha agar hal ini sempai menemukan ujung hasil,” pungkas Bupati Tamba kepada warga AMPTAG.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *