Tali Lift Ayu Terra Resort Putus, Lima Nyawa Melayang 

Gianyar, Kabar tujuh – Petaka mengerikan terjadi di resort bintang empat bilangan Kedewetan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Kawat seling yang digunakan sebagai lift di Ayu Terra Resort tiba tiba putus, pada Jumat (1/9) siang.

 

Akibatnya, lift yang mengangkut lima orang karyawan pada bagaian housekeeping bersetatus daily worker di resort terpental jatuh ke jurang. Dua orang dinyatakan tewas di tempat sedangkan tiga lainnya meninggal dunia di Rumah Sakit (RS).

 

Polisi sejauh ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) termasuk meminta keterangan saksi saksi. Sementara pemilik resort atau pengelola akan diperiksa paling akhir.

 

Lift yang jatuh ini adalah tipe incline elevator, yang memang diperuntukkan di luar ruangan bagi tamu resort dan karyawan. Untuk harga kamarnya sendiri mulai dari Rp 3,5 juta per malam.

 

Kronologi kejadian terjadi pada Jumat, pukul 13.00 Wita, saat itu lima korban yang terdiri dari dua laki laki dan tiga perempuan tengah naik lift menuju lobby atas yang tingginya mencapai 100 meter dengan kemiringan 34 derajat.

 

Saat gondola hampir sampai, tiba tiba kawat seling lift putus hingga lift mengalami trouble dan kembali meluncur kebawah, mengakibatkan para korban terpental.

Meski masih dalam proses investigasi, polisi menduga penyebab lift terjatuh itu karena ada malfungsi dalam operasi lift yang miliki panjang rel mencapai 65 meter.

 

Seizin Kapolres Gianyar AKBP Ketut Widiada, Kasat Reskrim AKP Ario Seno Wimoko menerangkan, polisi tidak hanya menduga, tetapi lebih dari pembuktian secara scientific investigation, atau investigasi secara menyeluruh.

 

“Kami masih menyelidiki adanya dugaan tindak pidana kelalaian atas peristiwa itu. Nanti ada tim ahli yang menganalisis dan memberikan keterangan,” katanya.

 

Sejumlah karyawan yang menjadi korban semuanya masih relatif berusia muda, diantaranya Sang Putu Bayu Adi Krisna (19) asal Kedewatan. Ni Luh Superningsih (20) asal Banjar Paneca, Melinggih Kelod. I Wayan Aries Setiawan (23) Banjar Abian Semal, Lodtunduh. Kadek Hadiyanti (24) asal Banjar Teruna, Desa Taman Bali, dan Kadek Yanti Pradewi (19) asal Banjar Dinas Beji, Banjar Buleleng.

 

Sementara pemilik Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo (62) turut belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Juga berjanji akan bertanggung jawab atas insiden maut yang menewaskan kelima karyawannya itu.

 

Linggawati juga mengaku seluruh biaya upacara pengabenan ditanggung termasuk memberikan santunan kematian kepada keluarga korban.

 

“Kami sudah bertemu dengan seluruh keluarga korban. Semua biaya upacara hingga pengabenan akan ditanggung perusahaan. Ada juga santunan kematian dan asuransi BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya.

 

(Rahardja)

Penulis: Rahardja Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *