- Bireuen | Mega Melaporkan — Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bireuen tumpah ruah ke jalan mengikuti pawai budaya dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026).
- Pawai yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) itu berlangsung sejak pukul 14.15 WIB hingga 17.00 WIB.
- Mukhlis, S.T., didampingi Ketua TP-PKK Bireuen, Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimda.
Bireuen | Mega Melaporkan — Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bireuen tumpah ruah ke jalan mengikuti pawai budaya dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Pawai yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) itu berlangsung sejak pukul 14.15 WIB hingga 17.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi salah satu hiburan masyarakat sekaligus ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Pawai dilepas Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., didampingi Ketua TP-PKK Bireuen, Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimda. Pelepasan berlangsung di samping Pendopo Bupati Bireuen.
Dari titik pelepasan, ribuan peserta berjalan menempuh rute sekitar 2,5 kilometer menuju Simpang Cot Meurak, kemudian kembali dan finis di depan Pendopo Bupati.
Usai melepas peserta secara simbolis, Bupati Mukhlis bersama unsur Forkopimda turut berjalan kaki sekitar 200 meter menuju panggung utama di Alun-alun Kota Bireuen. Dari sana, mereka menyaksikan langsung berbagai atraksi yang ditampilkan para peserta.
Di bawah terik matahari, para pelajar tetap tampil penuh semangat. Berbagai pakaian adat Nusantara ditampilkan, mulai dari busana adat Aceh hingga pakaian tradisional dari Papua.
Kreativitas peserta semakin terlihat dari beragam kostum yang dikenakan. Selain pakaian adat, muncul pula kostum profesi, badut, tokoh komedi Haji Uma hingga busana kreasi yang dibuat dari bahan-bahan sederhana dan daur ulang.
Plastik, sendok plastik, kertas koran, payung hingga daun sirih disulap menjadi bagian dari kostum. Kreativitas tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu harus ditampilkan dengan kemewahan, tetapi dapat lahir dari ide dan keberanian berkreasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief, mengatakan pawai tahun ini melibatkan 135 sekolah dengan total 2.826 peserta jalan kaki.
Selain peserta berjalan kaki, kemeriahan juga diperkuat dengan 99 mobil hias, 78 sepeda hias, 47 becak hias dan 11 tim drum band.
Tasrief merinci, peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, yakni 61 sekolah TK, RA dan PAUD, 39 SD/MI, 13 SMP/MTsN serta 10 SMA, MA dan SMK.
Menurutnya, pawai budaya bukan hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan menjaga keberagaman budaya Aceh maupun Nusantara.
“Melalui kegiatan ini, selain memberikan hiburan bagi masyarakat, kita berupaya melestarikan budaya Aceh dan Nusantara kepada generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian para pelaku UMKM di sekitar lokasi acara,” ujar Tasrief.
Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslem, M.Si., menambahkan bahwa pawai budaya menjadi wadah bagi sekolah untuk menampilkan kreativitas sekaligus membangun rasa bangga terhadap keberagaman budaya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan semangat kebudayaan, mendorong perekonomian pedagang kecil di pusat Kota Bireuen, serta memotivasi sekolah-sekolah untuk terus menampilkan karya terbaiknya,” kata Muslem.
Antusiasme masyarakat pun terlihat sepanjang jalur pawai. Warga memadati sejumlah ruas jalan dan kawasan pusat Kota Bireuen untuk menyaksikan penampilan para pelajar.
Bagi para pelajar, pawai tersebut bukan sekadar berjalan di tengah keramaian. Mereka membawa pesan tentang keberagaman, kreativitas dan semangat kemerdekaan yang diwujudkan melalui karya.
Sementara bagi masyarakat, kemeriahan pawai menjadi hiburan tersendiri sekaligus menghidupkan suasana pusat Kota Bireuen dan memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari ramainya pengunjung.
Kabar Tujuh | Mega Melaporkan dari Bireuen


