Ratusan Warga di Wawancara Inspektorat, Hasil Segera di Sampaikan Ke Kejari

 


Sidoarjo, Kabar tujuh – Sebanyak 103 keluarga penerima manfaat (KPM) Desa Simpang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo-Jawa Timur, telah di mintai keterangan oleh inspektorat. Hal ini bertujuan guna mendalami kasus dugaan penyelewengan bantuan Bansos maupun BLT Dana Desa (DD) yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat Desa.


Adalah Hari, Tim inspektorat yang berhasil dikonfirmasi terkait adanya pemanggilan keterangan warga nantinya berkas akan dilimpahkan ke Kejari ?


“Ya mas setelah hasil pemeriksaan disampaikan ke Kejari,” Jawaban singkatnya melalui pesan What’s App, pada kamis (12/1/2023).


Saat ditanya apakah habis ini masih ada pemanggilan warga lagi yang ke 3 untuk dimintai keterangan oleh inspektorat?.” Masih ada,” jawabnya.


Sementara itu, warga korban bantuan inisial Ap mendukung sepenuhnya aparatur penegak hukum baik Kejari maupun inspektorat dalam mengungkap kasus dugaan penyelewengan bantuan.


Ia menambahkan, dalam pemberian keterangan tadi saya sempat tertekan dan grogi karena disamping saya ada salah satu perangkat inisial EL, yang saya pertanyakan kenapa perangkat Desa juga ikut duduk disamping saya ? jujur saja saya merasa risih melihatnya. Karena perangkat Desa bukan korban bantuan terkesan ikut campur saja. Meskipun tadi perangkat Desa EL duduk disamping, saya tidak gentar untuk menyampaikan keterangan apa adanya dan sebenarnya bahwa adanya pemotongan bantuan.


“Kami berharap cepat kelar biar suasana Desa kondusif, yang benar ya benar, yang salah harus bertanggung jawab sesuai hukum yang ada di negara ini,” ujarnya di sela-sela saat memberikan keterangan ke inspektorat.


Ditempat terpisah, Tolip Anggota TNI (Marinir) yang juga pendamping warga korban menyatakan, Sudah baik yang dilakukan aparat penegak hukum memanggil warga untuk dimintai keterangan.


Sedangkan berdasarkan informasi yang dihimpun warga bahwa adanya inspektorat yang pertama turun ke Desa Simpang Minggu yang lalu, oknum perangkat Desa Simpang SP langsung datangi warga para korban kidule kali (selatan sungai). Dusun ngingas RT 14 RW 03. Oknum perangkat Desa SP menekan warga dengan bilangi ojok melok-melok wong-wong ben bantuanmu oleh terus (jangan ikut-ikut orang-orang biar bantuanmu dapat terus).


Dengan adanya informasi dari warga di situ kan isinya korban tertekan. Warga yang cerdas tertawa lihat intimidasi si oknum perangkat Desa SP, memang dia itu sekarang jadi apa ? Kok bisa atur-atur masalah bantuan.


“Warga korban bantuan Desa Simpang berharap jangan terlalu lama untuk memproses pelaku untuk dijadikan tersangka,” harapnya.(Wr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *