Predator Payudara Anak Bawah Umur Digelandang ke Mapolres Badung

Terduga pelaku remas payudara anak dihakimi warga, sebelum digelandang ke Mapolres Badung.


Badung, Kabar Tujuh

Seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun menjadi korban pencabulan remas payudara, saat melintas di Lingkungan Karang Suwung, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada April 2022 lalu.


Terduga pelakunya, Estasius Agung Prasetyo (46) warga asli Yogyakarta namun ber-KTP di Badung. Setelah dilaporkan, pedagang frozen food di wilayah Sading itu sempat jadi bulan bulanan warga yang geram atas aksinya, pada Rabu (25/5).


Dari informasi didapat jika pelaku tengah menjalani perawatan jalan dari dokter kejiwaan. Bahkan, diharuskan rutin minum obat karena mengidap penyakit skizofrenia. 


Salah seorang warga Banjar Karangsuwung, Desa Adat Sading, atau orang tua siswi korban pelecehan, Made M (38) mengaku marah dan kesal. Meski terduga pelaku disebut mengidap sakit kejiwaan tetap mendesak agar pelaku dipenjara.


“Saya gak mau orang ini berkeliaran. Bagaimana nasib anak-anak yang lain. Jangan pakai alasan sakit jiwa. Kalau ini terjadi lagi siapa yang mau tanggung jawab,” katanya. 


Made mengaku bahwa putrinya NPA (12) mendapat perlakuan kurang pantas oleh pelaku dua bulan yang lalu. Saat ini, putri Made dalam kondisi sehat meskipun masih sering melamun. Namun selain itu, kejadian serupa juga dialami korban-korban lain.


“Selain putri saya, ada tiga anak lagi. Yang satu SMP, kalau anak saya SD mau SMP ini. Nah yang SMP ini sampai ke kelaminnya, dia tinggal di Negara,” tandasnya. 


Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana, dikonfirmasi Kamis (26/5) 2022) mengatakan, yang bersangkutan sudah ditahan di Mapolres Badung. Hasil penyelidikan dan penyidikan, berawal pada Rabu 28 April 2022 sekitar pukul 14.30 Wita, korban bersama dua orang temannya berjalan kaki menuju Lapangan Sading.


Sampainya di jalan kecil (TKP) korban melihat pelaku duduk di motor sambil memperhatikan dirinya termasuk dua temannya. Tak lama kemudian pelaku pergi, namun saat ketiga siswi ini meneruskan berjalan menuju lapangan. Tiba tiba dari arah berlawanan datang pelaku dan berhenti tepat disebelah kanan korban.


Tanpa basa basi pelaku langsung meremas payudara korban. Korban yang terkejut tidak sempat berteriak, lalu menoleh kearah dua temannya, barulah pelaku melepas tangannya dari payudaranya dan lari kabur. 


“Dua temannya menanyakan apa yang terjadi, dan diceritakan kejadian itu. Karena tidak nyaman, korban mengajak dua temannya pulang,” ujar Iptu Sudana. 


Beberapa pekan kemudian, dua teman korban datang ke rumahnya untuk mengajak mencari pelaku. Karena mereka pernah melihat pelaku. Ayah korban yang nguping pembicaraan mereka geram dan tidak terima lalu mencari pelaku.


“Ayah korban yang dapat informasi jika pelaku jualan frozen food di wilayah Sading, lalu melapor ke polisi dan minta izin ke kepala lingkungan selanjutnya mengamankan pelaku,” tutupnya. (Rahardja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *