PENGOBAT RINDU 2 TAHUN VAKUM, FESTIVAL MUSIK SAHUR DIGELAR LAGI

Poto sebelum ovening festival irama musik sahur


Jembrana, Kabar Tujuh – Sempat vakum selama dua tahun lamanya akibat pandemi covid-19, Festival Irama Musik Sahur (FIMS) yang diinisiasi oleh Remaja Loloan Barat dan Lelateng ini kembali digelar.


Festival yang dibuka secara langsung oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutarmi yang ditandai dengan pemukulan kentongan dan pelepasan peserta festival, Sabtu (23/4) malam di Perempatan Setra Lelateng Jalan Durian No.8 Lingkungan Pertukangan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara.


Festival Irama Musik Sahur yang ke 24 ini bertemakan “Spirit Of Jembrana Emas 2026” sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah kabupaten Jembrana.


Festival yang dimeriahkan oleh peserta terbagi dua kategori, yaitu anak – anak diikuti 13 grup dan untuk kategori dewasa 31 grup yang diikuti oleh para Remaja dan Anak-anak diwilayah kecamatan Negara dan Jembrana.

Antusias masyarakat saat menonton festival irama musik sahur


Sementara untuk rute berbeda dari tahun-tahun lalu, pawai festival sekarang lebih di perpendek, start dimulai dari Perempatan Setre Lelateng menuju arah Selatan diperempatan jalan Kepundung Loloan Barat finish di Perempatan barat jembatan beli Loloan barat.


Bupati I Nengah Tamba usai membuka acara menyebut Festival Irama Musik Sahur sebagai kebangkitan dari budaya Loloan yang sangat kental dengan nilai-nilai Islami yang memiliki ciri tersendiri diera keterbukaan seperti sekarang. 


“Ini adalah ciri khasnya kebudayaan Loloan. Festival Musik Sahur yang diselenggarakan ini tentu memiliki makna yang sangat penting dari tradisi dan budaya yang kita miliki dan kegiatan ini hasilnya sangat positif bisa menumbuhkan kembangkan kreativitas anak – anak muda,” ujarnya.


Sebagai Bupati, pihaknya akan selalu mendorong agar event seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. “Meski sempat tak digelar selama dua tahun, akhirnya tahun ini bisa digelar kembali. Kami selaku pemerintah daerah tentu akan selalu mendukung festival ini kedepannya. Ini sebagai langkah kita untuk melestarikan budaya Loloan yang memiliki tradisi yang khas dan unik,” tambahnya.


Sementara selaku Ketua Panitia Aditya Khairul Imam mengatakan, Festival Musik Sahur merupakan agenda rutin tahunan setiap bulan ramadhan. Sempat vakum 2 tahun belakangan dan tahun ini kembali bisa digelar. 


“Mengingat situasi pandemi, adapun tahun ini panitia menerapkan aturan pendaftaran sangat ketat terkait prokes salah satunya seluruh anggota grup wajib melampirkan bukti vaksin tahap 2 untuk kategori anak anak dan dewasa ini tentu didasari semangat mendukung program vaksinasi pemerintah khususnya dikalangan kaum milenial. Harapannya semoga tahun depan kegiatan ini tetap bisa terlakasana,” bebernya.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *