Pemilihan Bendesa Tegal Cangkring Dituding Tidak Sah, Panitia Angkat Bicara

Jembrana, Kabar Tujuh – Beredar dan viral pada platform WhatsApp dan Facebook sebuah Vidio yang menunjukan sejumlah warga yang keberatan atas pelaksanaan paruman pemilihan Bendesa Desa Adat Tegal Cangkring yang di nilai tidak sah.

 

Dalam penggalan Vidio yang diduga telah beredar kemarin, Jumat (02/2) hingga kemudian viral di media sosial, tampak sejumlah warga mendesak masuk ke lokasi paruman (rapat) Ngadegang Bendesa Adat dengan menunjukan lampiran surat undangan kepada pecalang dari panitia.

 

Dengan beredarnya Vidio tersebut, banyak pihak angkat bicara. Salahsatunya dari Ketua Panitia Ngadegang Bendesa yang menilai bahwa Vidio tersebut tidak benar adanya atau tidak sesuai dengan fakta.

Keterangan Photo : Ketua Panitia Ngadegang Bendesa Desa Adat Tegal Cangkring.

“Hal tersebut tidak benar, panitia sudah pasti akan menerima warga ketika menunjukkan surat dari kami, namun Vidio itu seakan-akan menunjukkan bahwa pihak kami melarang mereka masuk, padahal ada oknum yang ada dalam Vidio tersebut juga mengikuti proses paruman hingga hampir usai” jelas Ketua Panitia Ngadegang Bendesa Desa Adat Tegal Cangkring.

 

Hal Senada juga disampaikan dari beberapa sumber, salah satu juga dari Petajuh Desa Adat Tegal Cangkring, I ketut Sangka yang di dampingi prajuru dan Krama Desa.

 

Disisi lain, walaupun sempat Terombang-ambing, proses pengangkatan Bendesa Adat Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana Provinsi Bali, sejak Juni 2023, kini memasuki babak baru.

Pasalnya, pengangkatan atau proses ngadegang Bendesa Adat Tegalcangkring yang telah dilakukan sesuai mekanisme, atau Perarem ini, masih saja dipermasalahkan oleh segelintir oknum warga, yang diduga merasa tidak puas, bahkan hingga melakukan pengkemasan berita video yang masih diragukan kebenarannya, lantaran hanya menerapkan konfirmasi sepihak, tanpa melalui konfirmasi kepada kepanitiaan selaku sumber yang sah, yang disinyalir digunakan sebagai upaya mempengaruhi warga lainnya, untuk menggagalkan pelantikan terhadap Bendesa Adat baru terpilih.

 

Hingga hari ini, proses ngadegang Bendesa Adat Tegalcangkring ini sampai pada babak baru. Dimana pada Jumat (2/2/2024), selanjutnya digelar paruman atau rapat penetapan para prajuru, atau struktur kepengurusan kebendesaan baru, dipimpin Petajuh atau Wakil Bendesa Adat, I ketut Sangka, lantaran Bendesa Adat lama, I Kayan Dana Wirama telah mengundurkan diri dengan alasan bekerja ke luar daerah, dan kewenangan secara tertulis, diserahkan kepada Petajuh.

 

“Selanjutnya, pihak panitia tinggal menyerahkan hasil rapat pengangkatan para Prajuru Desa Adat Tegalcangkring ini, kepada Majelis Agung Desa Adat Provinsi Bali, secara hirarki melali Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana”, tutupnya.

(TIM)

Penulis: TimEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *