PEMBUANG GADIS 19 TAHUN DI TABANAN DIBURU POLISI


Tabanan, Kabar Tujuh – Kasus seorang gadis 19 tahun yang ditemukan tergeletak, dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut tersumpal di Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri Tabanan, Bali, mengungkap pakta baru.


Ternyata, gadis itu korban pembuangan yang lebih dulu dianiaya oleh tiga orang laki-laki yang kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian Polsek Kediri, Polres Tabanan. 


Kapolsek Kediri Kompol I Kadek Ardika saat diminta konfirmasinya Rabu (4/5/2022) mengatakan, pihaknya kini sedang memburu ketiga pria yang diduga melakukan penculikan, penganiayaan dan percobaan pemerkosaan tersebut.


“Anggota kami masih mengejar ketiga pelakunya,” ujar dia.


Disinggung mengenai kronologi selain diculik, korban juga diduga mengalami percobaan pemerkosaan dan penganiayaan, Kompol Ardika belum bersedia menjelaskannya. Dia hanya menyebut jika korbannya dalam keadaan selamat, namun masih syok.


“Yang bersangkutan masih sakit dan belum bisa kita mintai keterangan untuk BAP,” tutupnya. 


Sebelumnya ramai diwartakan, gadis berinisial DA itu menjadi korban penculikan pada Sabtu (30/4) sekitar pukul 18.00 Wita. Waktu itu korban sedang mencari buah pepaya untuk dimasak sebagai sayur. Kemudian datang tiga orang laki laki yang satu orang dia kenal mendekatinya. Tanpa basa basi membekap mulut dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Saat di dalam mobil, mulut gadis itu diikat menggunakan kain putih dan tangan serta kakinya diikat pakai tali. Korban kemudian diajak ke satu tempat di wilayah Badung. Di tempat itu ketiga pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan namun korban melakukan perlawanan sehingga dipukul menggunakan botol bir dan dicekik.


Karena terus terusan mendapatkan perlawanan, ketiga pelaku pun membawa korban kembali ke lokasi yang tidak jauh dari tempat pertama kali dia diculik. Korban ditinggalkan begitu saja dalam posisi masih terikat.. Akhirnya, korban ditemukan oleh seseorang yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.


Usai membantu korban, orang itu menghubungi keluarganya hingga peristiwa itu dilaporkan ke pihak Kepolisian. 


(Rahardja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *