Pelaku Pencurian Uang Puluhan Juta di Toko Sembako Terungkap

Denpasar, Kabar tujuh – Anggota Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Kadek Astawa berhasil mengungkap kasus pencurian tas berisikan uang puluhan juta rupiah di Toko sembako, Jalan Kartini, Denpasar Utara.

 

Pelakunya adalah mantan karyawan toko bernama Jilik Meta Yiwa asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemuda 21 tahun itu ditangkap saat sedang berada di Denpasar Selatan.

 

Kapolsek Denut Iptu Putu Carlos  didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Kamis (23/11) menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan korban Chendrawati (55) ke Polsek Denut.

 

Korban mengadu saat akan membuka toko sembako pada Senin (20/11) pukul 08.30 Wita, dikejutkan dengan pintu tempat usahanya sudah terbuka. Setelah dicek ke meja kasir ternyata tas ransel berisi uang Rp 22 juta berikut HP lenyap. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian ditafsir Rp 24 juta.

 

“Berbekal laporan, tim dibawah pimpinan kanit reskrim langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Selanjutnya mendapat informasi jika pelaku tinggal di Densel, kemudian ditangkap,” ujar Kapolsek Denut.

 

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya melakukan aksinya seorang diri. Operandinya memanjat pintu pagar dan naik ke lantai 2 melalui lubang celah terali besi kanopi. Setelah masuk pelaku turun ke lantai 1 menuju meja kasir lalu mengambil tas berisi uang dan HP.

 

“Tas berisi uang hasil curian itu oleh pelaku disembunyikan di lahan kosong dan ditumpuk dengan batu,” terangnya.

 

Masih terkait pencurian itu, pelaku sebelumnya pernah kerja di toko sembako itu, tapi hanya selama 5 hari. Pelaku mengaku berhenti karena tidak kuat dengan pekerjaan yang dirasa cukup berat. Selanjutnya pelaku meminta gajinya namun tidak diberi karena kerjanya belum sebulan.

 

“Diduga dari sanalah timbul niat jahat pelaku untuk mencuri di toko itu, mengingat sudah paham dengan situasi toko,” tandasnya.

 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

 

(Rahardja)

Penulis: Rahardja Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *