- Cilacap-kabartujuh.com.comSebagai seorang "Penipu Ulung" bermodus Penggadaan uang, Paryun, warga Plikon, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, selain piawai memperdaya korban, sekaligus pintar bersilat lidah dan memberikan janji manis yang ujungnya pasti di ingkari.
- Bahkan, laksana "Drakula", selama korban masih bisa diperdaya, sepanjang itu pula, selalu di kuras, hingga titik darah penghabisan, tanpa belas kasihan sedikitpun.
- Hal itu menimpa Atma Suwadi, seorang petani tua (67 thn), warga Jalan A.Yani, RT.003 RW.001, Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, yang akibat tipu muslihat, serangkaian kebohongan dan janji manisnya, diperdaya, diperas dan dikuras hartanya hingga ratusan juta rupiah.
Cilacap-kabartujuh.com.com
Sebagai seorang “Penipu Ulung” bermodus Penggadaan uang, Paryun, warga Plikon, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, selain piawai memperdaya korban, sekaligus pintar bersilat lidah dan memberikan janji manis yang ujungnya pasti di ingkari.
Bahkan, laksana “Drakula”, selama korban masih bisa diperdaya, sepanjang itu pula, selalu di kuras, hingga titik darah penghabisan, tanpa belas kasihan sedikitpun.
Hal itu menimpa Atma Suwadi, seorang petani tua (67 thn), warga Jalan A.Yani, RT.003 RW.001, Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, yang akibat tipu muslihat, serangkaian kebohongan dan janji manisnya, diperdaya, diperas dan dikuras hartanya hingga ratusan juta rupiah.
Tak heran, jika selain sawah, pekarangan bahkan 1 unit rumahnya-pun terpaksa harus rela terjual demi memenuhi seluruh persyaratan yang diminta oleh “sang Penipu”.
Kepada Awak media ini, tatkala dipertanyakan dikediamanya, cara Paryun dalam melancarkan aksinya, Atma Suwadi menceritakan secara detail dan komplit (rabu, 29/11/2023).
“Biasanya, baik dirumahku maupun ditempat ritual (di pinggir laut), Paryun terlebih dulu menghentakan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali, kemudian kesurupan dan ngomong klo uang 3 koper yang tersimpan disalah satu kamar rumahnya, akan segera bisa digunakan, namun ada syaratnya, “katanya seraya menambahkan, “syarat yang diucapkanya selalu berubah-ubah, dari motor, sepeda dan berbagai persyaratan lainya dengan harga hingga ratusan juta, “katanya.
Lebih lanjut Atma memaparkan, jika selain persyaratan tersebut, tiap tahun dirinya juga harus memberikan kurban, namun selalu diminta dalam bentuk uang, dengan jumlah besar, bahkan tiap minggu-pun harus memberi infak kepadanya.
Namun, “kata Atma menjelaskan, “selama ini, hampir 5 tahun (2018 s/d 2023), dirinya selalu patuh dan percaya, karena yakin dan berharap uang 3 koper itu bisa dipakai.
“Baru ketika semua hartanya, sudah nyaris habis, sehingga tak mampu lagi memenuhi seluruh persyaratan yang dimintanya, dirinya sadar yang kemudian menuntut seluruh kerugian yang dialaminya untuk segera dikembalikan.
Ironisnya, tatkala didatangi kerumahnya dan kebetulan bisa bertemu, meski mengakui telah merugikan dalam jumlah besar, bahkan selalu berdalih akan bertanggung-jawab penuh untuk mengembalikan seluruh kerugian dalam waktu singkat.
Namun janjinya tersebut hanyalah bualan belaka.
“Sekarang, saya belum ada, tapi silahkan datang lagi kerumahku dalam waktu 1 minggu kedepan, insya allah kerugianya akan saya kembalikan.
“Syukur seluruhnya, klopun tidak minimal separuhnya, “kata sang penipu begitu meyakinkan.
“Namun faktanya, sampai batas waktu yang dia tentukan, ketika datang lagi kerumahnya, “jangankan mendapat kembalian uang, bahkan Paryun menghilang entah kemana, ” paparnya.
Berdasarkan informasi dari berbagai Narasumber yang berhasil dihimpun Awak Media ini diketahui jika ternyata Paryun sudah cukup lama menjalankan praktik Penipuan.
“Saya dan masyarakat sekitar sudah biasa & tidak kaget lagi, namun tetap heran, kenapa dia kemudian berani bertindak yang merugikan banyak orang dengan cara menipu bermodus penggandaan uang, “kata beberapa orang yang namanya tidak mau dipublikasikan.
Dijelaskanya, jika tetangga dan masyarakat sekitar merasa resah dan tercoreng akibat ulah dan perilakunya, karena tiap kali ada orang luar datang dan mencarinya, selalu menyatakan sebagai korbanya dan akan meminta serta menuntut pertanggung-jawabanya.
“Berulang kali rumahnya digerebeg & didatangi oleh banyak orang, namun seolah dia tidak ada kapoknya dan hebatnya lagi, selama ini, dia selalu lolos dan terlepas dari jerat hukum, “tandasnya.
Makanya, meski Paryun merupakan pria asli kelahiran plikon, dan banyak keluarganya disini, namun mereka bahkan para tetangga sudah tidak mau ikut campur tangan.
Diakuinya, sebenarnya, Paryun itu punya keahlian melukis, namun kenapa keahlian itu tidak ditekuni, bahkan kemudian melakukan Penipuan ke banyak orang, “katanya seraya menegaskan, “di Plikon mayoritas penduduknya adalah Petani dan hanya Paryun, satu-satunya warga Plikon yang selalu dan tidak pernah jera menipu banyak orang, “pungkasnya (suliyo)

