Kenalan Lewat Medsos, Siswi Kelas 6 SD diduga korban Rudapaksa Di Kos-kosan



DENPASAR, KABAR TUJUH – Seorang siswi kelas 6 SD berinisial NKK (11) diduga menjadi korban rudapaksa oleh pria dewasa berinsial KA (25), di sebuah rumah kost bilangan Renon, Kota Denpasar. Kasus ini telah dilaporkan pihak keluarga ke Polresta Denpasar. 

Sumber kepolisian yang minta disembunyikan namanya menjelaskan, mulanya korban berkenalan dengan tersangka lewat media sosial Facebook. Yang sebelum kejadian, pada Sabtu (16/7) korban diajak ketemu dan jalan-jalan di kawasan Renon.

“Saat itu kakak korban sedang bekerja. Jadi, korban sendirian di luar kos. Ayah mereka tinggal terpisah karena kerja. Ibu mereka sudah meninggal,” ujar sumber, Senin (25/7).

Terduga tersangka KA memakai topi hitam dan masker biru saat berbicara dengan pemilik kost.

Usai jalan jalan, korban lalu diantar kembali ke indekos. Melihat kondisi kos sedang sepi, tersangka masuk ke kamar korban. Dan tanpa basa basi tersangka langsung melancarkan aksi bejatnya dengan cara memaksa korban. 

Korban yang tak berdaya melawan akhirnya dirudapaksa. Setelahnya tersangka lari kabur. Namun sebelum tersangka pergi, pemilik kos sempat memotret sepeda motor dan wajahnya dari jarak agak jauh.

Setelah itu kakak korban kembali pulang dari berkerja. Dia melihat sang adik murung dan seperti trauma. Saat ditanya, korban mengaku telah diperkosa oleh pelaku sambil menangis.

Kakak korban lalu menelepon tersangka dengan menanyakan alamatnya. Namun tersangka hanya mengatakan dirinya tinggal di kawasan Padangsambian dan bekerja di Kargo, Denpasar. Setelah itu, langsung memblokir kontak kakak korban. Begitu pula di media sosial Facebook.

Keesokan harinya berbekal foto sepeda motor dan wajah tersangka dari jauh yang diambil oleh pemilik indekos, kakak korban langsung membuat laporan ke Polresta Denpasar. 

Terkait laporan tersebut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi diminta konfirmasinya, mengaku masih belum menerima informasi.

“Informasinya belum masuk, coba kami cek dulu,” terangnya. (Rahardja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *