Kediri Nite Carnival, Jembrana Tampilkan Atraksi Barata Yuda, Ribuan Mata Terhipnotis


Duta seni Jembrana tampilkan cerita peperangan antara Pandawa dengan Kurawa di Kuru Kesetra

Kediri, Kabar Tujuh – Duta seni Jembrana turut tampil dalam ajang Kediri Nite Carnival dalam rangkaian HUT Kota Kediri ke-1143 pada Sabtu malam (27/8). Menampilkan parade Barata Yuda, penampilan seniman asal bumi mekepung ini sukses menghibur serta mendapat apresiasi dari masyarakat serta tamu dan undangan yang hadir dalam peringatan hari jadi kota kediri ke 1143.


Kediri Nite Carnival tidak hanya diikuti peserta lokal Kediri saja, namun dimeriahkan peserta luar daerah dengan 14 Kabupaten/Kota lainnya terlibat, termasuk kabupaten Jembrana-Bali.


Acara dibuka Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar didampingi Forkopimda dan Wabup Jembrana dengan pemecahan “Kendi” dilanjutkan dengan ikut berjalan menuju tempat pementasan parade Kediri Nite Carnival bertempat di Balai Kota Kediri. 

 

“Sudah 2 tahun kita tidak mengadakan acara ini, Alhamdulillah malam ini kita bisa nonton dan menyaksikan bareng-bareng perpaduan budaya, seni, fashion, dan yang lain-lainnya”, ujar Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya. 


Seiring doa semoga dengan acara ini semua masyarakat bisa terhibur. Semoga perekonomian di Kota Kediri dan sekitarnya berjalan baik seperti sedia kala sebelum pandemi bahkan lebih baik lagi (Amin). Jika perekonomian lancar, rejeki juga semakin banyak lagi, pinta Abdullah Abu Bakar. 


Terima kasih kepada semua pihak dan peserta sehingga kita dapat melaksanakan Kediri Nite Carnival ini. Dan terkhusus kehadiran Wakil Bupati Jembrana beserta Ibu, tutup Abdullah Abu Bakar. 


Duta seni Jembrana diikuti 31 orang penabuh dan 10 orang penari menampilkan cerita peperangan antara Pandawa dengan Kurawa di Kuru Kesetra yang dilatarbelakangi oleh penghinaan dan perebutan kekuasaan. 


Perang besar ini merupakan wujud penegakan kebenaran dengan pengorbanan banyak nyawa sampai pada pertempuran antara Ksatria Arjuna dengan Senopati Karna yang sama-sama memiliki keahlian dan kesakitan tempur maha dasyat. Pertempuran yang sangat sengit akhirnya dimenangkan oleh Arjuna yang berpihak pada kebenaran dan membuat pasukan Kurawa mentalnya jatuh dan kalah. 


Sementara Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) hadir memberikan semangat Duta Seni Jembrana sekaligus mewakili Pemerintah Daerah

turut serta dalam parade dan berjalan dengan rombongan Wali Kota dan Forkopimda.


Mulai dari Start di Kediri Memorial Park dan berakhir di Balai Kota Kediri (Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Hayam Wuruk, Erlangga, dan Basuki Rahmat) sepanjang 2 Km. 


“Ini adalah kunjungan balasan karena kemarin (pada Parade Seni dalam peringatan HUT Kota Negara ke-127 pada Kamis 18 Agustus 2022), Kediri juga sudah mempersembahkan atraksi kesenian Jaranan yang luar biasa yang di Bali khususnya Jembrana belum pernah melihat seperti itu, ” jelas Ipat. 


Menurut Ipat, konsep Kediri Nite Carnival suatu yang berbeda karena di Jembrana belum pernah mengadakan parade seni budaya malam hari. “Ini adalah ide baru, mudah-mudahan ke depan kita bisa melakukan malam hari. Suasana akan lebih nyaman untuk peserta dan penonton. Lebih menikmati pawai dan atraksi yang ditampilkan oleh para kontingen, ” ungkap Ipat yang pernah menjadi ASN di Kota Kediri sebelum menjadi Wabup. 


Terkait penampilan Duta Jembrana, Wali Kota, Abdullah Abu Bakar menyampaikan kekagumannya, penonton semuanya terdiam. Musik (gambelan) bisa tinggi dan rendah, tarian juga luar biasa. Musik dilakukan dengan cara berdiri. Ini pengalaman luar biasa. “Sekali lagi terimakasih kepada Wabup atas kehadiran dan partisipasinya, ungkap Abdullah Abu Bakar. 


“Kedepannya kita akan tetap berkunjung ke Jembrana untuk memeriahkan acara HUT Kota, karena Kediri dan Jembrana sudah seperti kakak dan adik”, tutup Abdullah Abu Bakar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *