Gelar Lomba Menulis Aksara Bali, Turut Sukseskan TMMD 115 Kodim 1609/Buleleng


Buleleng, Kabar tujuh – Memasuki hari ke 17 pelaksanaan TMMD 115 Kodim 1609/Buleleng menggelar Lomba Menulis/Nyurat aksara Bali tingkat SD di Gedung Serba Guna Desa Giri Emas Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Jumat (28/10).


Selain peserta, kegiatan tersebut tampak dihadiri Danramil 1609-07/Busungbiu selaku Pawas TMMD ke 115, Kapten Inf I Made Sudiarcana yang diwakili oleh Bati Komsos Siterdim 1609/Buleleng, Serma Kt Sunarta. Perbekel Desa Giri Emas, beserta Perangkat/Staf dan tampak dihadiri Tim penilai dari Staf Penyuluhan bahasa Bali Dinas kebudayaan Provinsi Bali, Gusti Putu Hary Hermawan, Ketut Ayu Arryasih dan Ida Ayu Eka Sinta Oktariyani.


Bati Komsos Siterdim 1609/Buleleng, Serma Kt Sunarta, menyampaikan, Program TMMD ke-115 Kodim 1609/Buleleng tidak hanya melaksanakan kegiatan yang bersifat fisik berupa pelebaran jalan dan rabat beton serta bedah rumah, namun juga kegiatan non fisik berupa lomba menulis/nyurat aksara Bali. 


“Anak -anak peserta lomba harus semangat mengikuti kegiatan, walaupun nantinya tidak sebagai juara namun setidaknya sudah turut berperan dan sebagai pengalaman untuk mengikuti lomba lomba selanjutnya” ujarnya.


“Kegiatan non fisik juga menjadi bagian penting dari sasaran yang harus dicapai sebagai bagian tolak ukur keberhasilan atau suksesnya program TMMD 115 Kodim 1609/Buleleng” imbuhnya. 


Lomba menulis/nyurat aksara Bali ini merupakan terobosan dalam mengimplementasikan pelestarian bahasa, aksara dan sastra Bali karena sekolah menjadi salah satu tempat untuk melestarikan keberadaan bahasa, aksara dan sastra Bali. 


Kegiatan menulis/nyurat aksara Bali sebuah pelajaran budi pekerti, karena menulis akasara Bali itu mengajarkan sikap yang baik. Anak-anak yang belajar aksara ini akan memunculkan aura positif dari dalam dirinya, sehingga bisa dibiaskan dalam bentuk keluarga lalu ke masyarakat. Kegiatan lomba menulis/nyurat aksara Bali ini sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan bahasa dan aksara Bali ke depan. Dengan adanya ajang ini, maka anak-anak akan terpacu untuk belajar. Ini terlihat dari antusias anan-anak dalam mengikuti lomba.


“Lomba menulis/nyurat aksara Bali ini tiada lain juga bertujuan untuk mengembangkan bahasa, aksara dan satra Bali di kalangan anak siswa dari sedini mungkin sehingga aksara Bali tetap ajeg dan metaksu sebagai warisan leluhur kita” pungkasnya. 


Dari lomba menulis/nyurat aksara Bali kali ini, diperoleh 3 pemenang juara umum, Juara 1 total perolehan nilai 624 dari peserta no urut 07 dari SDN 1 Giri Emas Gede Desta Juanda. Juara 2 total perolehan nilai 617 diraih no urut 05 dari SDN 1 Bungkulan Komang Agus Diva Maha S. Dan Juara 3 total perolehan nilai 606 diraih no urut 04 dari SDN 1 Jagaraga Komang Ayumi Oktaviani.


Sedangkan Juara harapan 1,2 dan 3 diraih peserta dari SDN 1 Sangsit, Untuk pemberian hadiah akan diserahkan pada saat penutupan TMMD ke 115.


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *